26 June 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Jus yang Dibuat dari Kepahitan Hidup

...

  • portalsatu.com
  • 07 April 2019 14:30 WIB


Oleh Taufik Sentana


Bila kita merujuk pada sumber yang menyebutkan bahwa para Nabi merupakan orang yang paling banyak diuji dalam hidup, dengan kata lain, mereka adalah manusia yang telah melampaui berlapis kesulitan dan kepahitan hidup, maka seberat apapun kesulitan dan kepedihan hidup yang kita alami masihlah sangat ringan bila dibanding dengan yang mereka rasakan.

Kepahitan dan kesulitan hidup memiliki ruang sendiri dalam fakultas nafsu/jiwa/diri manusia. Seperti dua sisi sungai yang membelah bukit dan lembah. Kesulitan dan kepahitan hidup menuntut seni tersendiri dalam merespon dan memaknainya.

Disini kita meyakini bahwa kepahitan hidup bukanlah takdir takwini, sebagaimana apel yang akan terus menjadi apel. Ia hanya semacam proses yang mesti dilalui dengan pandangan hidup si individu.

Maka berbaik sangka merupakan separuh dari kebahagiaan yang tersembunyi. Sebab, sangka itu sendiri, zhan, bisa merangkum separuh kebenaran dari yang bisa dicapai oleh akal. Sehingga wajar bila disebut dalam Hadis Qudsi bahwa " Allah dalam sangka hamba-Nya". Bahwa apa yang dicapai oleh si hamba/individu sebanding dengan apa yang ia sangka, sebanding dengan apa yang ia persepsiĀ  terhadap pengalaman hidupnya.

Sangatlah baik perumpaan yang menyebutkan agar menjadikan kepahitan dan kesulitan hidup seumpama jus (perasan/ekstrak buah). Suatu proses yang tampaknya simpel tapi butuh ketajaman mental dan mata batin. Tidak hanya butuh kesabaran, tapi juga komitmen untuk perbaikan demi hasil yang lebih baik dan sempurna. Menjadikan diri kita tetap dalam Rahmat Allah dan selalu terbimbing dalam melewati hari hari sulit.

Bahkan, bila sekiranya jeruk yang asam itu tak bisa diproses/dimaknai menjadi jus, kita bisa menjadikan kulit dan isi jeruk yang asam tadi menjadi pupuk kompos, yang tentu berguna bagi orang lain dan juga sejarah.[]


*Melayani program seminar dan pengembangan SDM untuk Kepemimpinan Diri dan Produktivitas. Bisa join di Taufik sentana @Linkedin

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.