13 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Keutamaan Dzikrullah

...

  • PORTALSATU
  • 07 December 2018 12:00 WIB

ilustrasi. Foto: istimewa
ilustrasi. Foto: istimewa

"Karena itu, ingatlah kepada-Ku (berzikir kepada-Ku) niscaya Aku akan mengingat kalian." (Al-Baqarah: 152).

Berdzikir adalah ibadah yang tidak kalah mulianya dalam Islam daripada ibadah-ibadah lainnya. Ibadah ini ada perintahnya dari Allah. Sebagaimana Allah berfirman dalam Alquran surah Al Ahzab ayat 41 dan 42, "Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.". Dan juga firman Allah, "Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (al-Ahzab: 35).

Berdasarkan ayat-ayat di atas, maka berdzikir adalah perintah Allah. Allah memerintahkan agar kita banyak mengingat Allah. Apabila kita banyak mengingat dan menyebut nama Allah (berdzikir), Allah akan memberikan ampunan dan pahala yang besar.

Satu ayat lagi, di mana di sini Allah menyebut hamba-hamba-Nya yang selalu mengingat-Nya. Firman Allah dalam surah Ali Imran ayat 191, "(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Ya Rabb kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia, Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari adzab neraka."

Sedangkan dalam hadis, disebutkan sabda Nabi Muhammad shalallaahu alaihi wasallam saat ada seorang badui bertanya kepada beliau. Dari Abdullah bin Busr Radhiyallahu anhu berkata, "Seorang Badui datang kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam kemudian berkata, Wahai Rasulullah, sesungguhnya syariat-syariat Islam sudah banyak pada kami. Beritahukanlah kepada kami sesuatu yang kami bisa berpegang teguh kepadanya? Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Hendaklah lidahmu senantiasa berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla" (HR. Imam Ahmad).

Juga hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban menyebutkan, dari Muadz bin Jabal Radhiyallahu anhu, ia berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, amal apakah yang paling dicintai oleh Allah Azza wa Jalla? Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, engkau mati dalam keadaan lidahmu basah karena berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla ."

Nabi Muhammad sebagai teladan kita semua, disifati oleh istrinya sebagai orang yang senantiasa berdzikir kepada Allah. Dalam kitab shahihnya, Imam Muslim meriwayatkan bahwa Aisyah Radhiyallahu anha berkata, "Adalah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam selalu mengingat Allah dalam setiap keadaannya".

Maka hendaknya kita memerhatikan hal ini pula. Ketahuilah, bahwa kita tak akan mampu melaksanakan setiap syariat/perintah Allah dalam agama kita. Kita hanya diperintah oleh Allah untuk bertakwa semampu kita. Kita hanya diperintah oleh Allah dalam beragama sesuai dengan kemampuan kita, dan kita meninggalkan apa pun yang dilarang oleh Allah tanpa pengecualiaan. Sungguh Allah Maha Tahu dan Maha Adil, bahkan berkaitan dengan ibadah dzikir ini, Allah sampaikan melalui Nabi-Nya shalallahu alaihi wasallam ada dua kalimat dzikir yang ringan di lisan namun berat di timbangan akhirat.

Dari Abu Hurairah Radliyallahu anhu, Nabi Shalallaahu alaihi Wasallam bersabda, "Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu "Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil azhim" (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung). (HR. Bukhari dan Muslim).

Mari banyak mengingat Allah dengan menyeringkan membasahi lisan kita dengan bacaan-bacaan dzikir. Semoga Allah memudahkan kita. Aamiin.

(Quraniy)[]Sumber: mozaik.inilah.com

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.