23 October 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kontekstualisasi Nasihat Luqman untuk Pemuda Zaman Now!

...

  • portalsatu.com
  • 08 July 2019 19:30 WIB

Surga. @Pinterest
Surga. @Pinterest

Adalah Istimewa tatkala Allah menyebutkan satu nama di Alquran. Apalagi nama yang disebutkan itu adalah nama yang dikenal karena kebaikannya. Demikianlah Luqman Alhakim, ahli sejarah mengenalnya berbangsa Afrika, periode hidupnya dekat Nabi Ibrahim A.S.

Kita berharap bisa mengambil ibrah dari nasihat yang ia sampaikan kepada anaknya. Disamping itu kita juga bisa menerapkan model interaksi edukatif yang ia terapkan lewat dialog bersama anaknya. Usaha ini dapat kita telusuri dalam surah Luqman ayat 12-19.

Nasihat tersebut secara kontekstual dapat menjadi standar nilai (symtem value) bagi kehidupan pemuda zaman now (kini).

Setidaknya ada tiga poin penting dari konteks nasihat luqman pada anaknya tersebut.
Pertama, nasihat yang bersifat transenden dan sangat murni spiritual, yaitu berkenaan tentang Keyakinan akan keesaan Allah tanpa menyekutukannya. Sebab, semua amal baik seseorang akan musnah manakala masih menyimpan kemusyrikan di hatinya. Bahkan pada ayat lain digambarkan bahwa orang yang menyekutukan Allah bagaikan orang yang  jatuh terhempas dari langit. Disini kita perlu memastikan bahwa keluarga dan pemuda kita  bisa terlepas dari setiap gagasan liberasi, sekularisasi bahkan ateisme, misalnya. Tatanan sosial yang kita bangun hendaknya bertumpa pada prinsip keesaan Allah ini.

Kedua, nasihat yang bersifat kompetensi personal yang paling inti. Yaitu ketundukan  akan perintah shalat yang Allah berikan dan meyakini dengan dalam bahwa ia selalu dalam pengawasan Allah, baik sendiri ataupun ramai, susah ataupun senang. Di tengah sibuknya keluarga dan pemerintah dalam membangun katakter dan skill pemuda/remaja, maka jangan abaikan upaya untuk menanamkan nilai shalat dan pengawasan Allah dalam kehidupan mereka.

Ketiga, nasihat yang berkenaan tentang kerendahan hati dan tanggung jawab sosial. Yaitu berkenaan tentang  menyeru kepada yang ma'ruf, menghindari sikap sombong (walau dengan cara berjalan) dan menjaga lisan dari bersuara keras apalagi berbicara sia-sia. Sebab, akan terasa tak ada manfaatnya bila kedua amal di atas dikerjakan sementara perilaku sosial kita masih jauh dari harapan.

Demikanlah petikan kecil tentang muatan nasihat Luqman pada anaknya, moga menjadi inspirasi kita dalam membangun kehidupan keluarga dan masyarakat. Semoga.

Penulis: Taufik Sentana
Praktisi pendidikan Islam, bergiat di Ikatan Dai Indonesia Kab. Aceh Barat.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.