19 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kunci Taqarrub di Bulan Ramadan

...

  • portalsatu.com
  • 13 May 2019 08:08 WIB

 

Ramadan menjadi istimewa bukan hanya karena sebutannya dicantumkan dalam Alquran, tapi juga karena Alquran juga diturunkan di dalamnya. Dari segi kata, Ramadan juga memiliki akar kata yang bermakna "membakar". Seakan Allah menjadikan Ramadan sebagai medium khusus untuk membakar lemak dan karatan dalam diri dan pribadi kita, ia menjadi pembersih  karatan dosa yang menempel di jiwa, pikiran dan zahir fisik kita. 

Tentu itu hanya dapat ditempuh dengan bersusah-susah dalam Ramadan. Bersusah dalam hal mengendalikan nafsu dan menyelaraskan semua aspek hidup kita untuk menjalankan ketataan. Baik melalui ibadah wajib dan sunnah, yang bersifat mahdhah atau tidak.

Maka setiap usaha taat yang kita lakukan di atas menjadi ruang taqarrub kita kepada Allah. Sebagai sarana yang dengannya Allah Menoleh dan Merahmati kita serta Ridha dengan amal kita. Sehingga kita layak menjadi golongan kanan yang bergelar sabiqun dan muqarrabun (dalam ayat awal surah Waqiah).

Adapun diantara kunci utama yang sering diajarkan ulama Akhlaq, termasuk Imam Ghazali dan Hasan Bashri, seingat penulis adalah tiga hal berikut.
Pertama, menjadi Taubat sebagai langkah awal dalam upaya masuk ke ruang taqarrub kepada Alla Azza Wajalla. Dengan memastikan diri kita telah bersih secara batin dan zahir untuk memulai jalan para salik (pengabdi/penempuh) guna sampai pada ketaatan sempurna, taqwa dan syukur.

Kedua, dengan mempraktikkan sifat sabar. Yaitu sabar dalam menahan diri dan sabar dalam ketaataan serta rela terhadap apa telah menjadi ketetapan Allah. Sayyida Ali berkata, bila sabar itu seorang lelaki, tentu ia adalah lelaki yang ramah dan penuh santun.

Ketiga, menjaga prilaku ihsan. Yaitu sikap yang ditampilkan dalan aspek ibadah dan aktivitas umum lainnya dengan penuh kualitas, dedikasi dan harapan yang tinggi akan janji balasan Allah. Dengan sifat ini setiap kita selalu ingin meberikan yang terbaik dan selalu merasa dalam pengawasan Allah.

Semoga dalam Ramadan kali ini kita dapat menempuh sisa waktu ke depan dengan memaksimalkan kunci taqarrub di atas,  agar setiap waktu yang kita lewati benar-benar menjadi pemberat di Mizan dan tentu berdampak pula dalam kehidupan pribadi dan sosial kita sehari-hari.[]


Taufik Sentana
Dari Ikatan Dai Indonesia.
Bergiat di Pendidikan Islam sejak 1996.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.