24 January 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Langkah Utama Memotivasi Anak untuk Belajar

...

  • portalsatu.com
  • 07 January 2019 21:00 WIB


Oleh Taufik Sentana
Ayah dari enam orang anak,bergiat di Bid.Pengembangan SDM.


Kata memotivasi dalam pembahasan kecil ini dikondisikan menurut pendekatan orang tua. Walaupun pada dasarnya bisa saja sama dengan pendekatan yang dilakukan guru di sekolah.

Pada awalnya setiap anak memiliki momen dan daya belajar yang khas. Sama halnya dengan kemampuan yang build in (gifted) dalam diri si anak. Sehingga kondisi belajar, sejatinya hanyalah upaya menjembatani potensi keberhasilannya dalam kehidupan.


Untuk itu pula setiap anak memerlukan waktu yang berbeda dalam capaian belajar. Bila kita hanya bertumpu pada laporan akademik formal sekolah dan bertumpu pada peringkatnya di kelas saja, sepertinya akan mengkerdilkan kemampuan alami si anak yang mungkin belum tergali, apalagi pada tingkat sekolah dasar (SD-SMP).

Diantara langkah yang penulis usulkan dalam kaitannya terhadap motivasi belajar anak, dapat ditelusuri sebagai berikut.


Pertama, mengenal kebiasaan belajar dan model belajar si anak. Bila kita sudah memahami langkah ini maka akan sangat mudah untuk membantu anak agar termotivasi dalam belajar. Kebiasaan belajar tidak hanya terkait dengan buku dan suka mengerjakan tugas, tapi semua yang terkait dengan potensi belajar, dari bertanya, kemandirian, kesiapan, waktu dan minat utama si anak.

Kedua, menghidupkan "kondisi" belajar. Kondisi belajar dapat dimaknai sebagai wujud budaya belajar, ritme dan persepsi yang benar tentang belajar. Bahwa belajar tidak semata bertumpu pada tipe sekolastik dan kaku. Yaitu dengan meyakini bahwa belajar adalah gairah untuk terus mempelajari guna mencapai kemampuan tertentu dengan penilaian yang utuh.

Jadi, kita tidak bisa meminta anak untuk belajar hanya dengan kalimat " Ayo, belajar sana!". Sebab kita tidak menyediakan kondisinya yang ramah agar si anak terdorong untuk belajar. Misal, bagaimana dia mau belajar sementara televisi sedang menyiarkan program yang mengganggu konsentrasinya.

Ketiga,  Memusatkan kemampuan si anak. Disini kita selaku orang tua dapat mendampingi si anak tanpa menghakiminya, lalu mengarahkannya untuk fokus pada beberapa kemampuan dalam skala mata pelajaran, mendorongnya pada yang utama untuk dicapai (beberapa sekolah memilki program khusus), dan membangun sikap yang baik serta penuh semangat dan percaya diri. Adapun pada mata kegiatan lain yang lambat ia kuasai dapat ia ikuti secara bertahap tanpa dengan target maksimal dengan menimbang rasa hormat pada guru, disiplin dan jujur.

Keempat, lingkungan belajar. poin ini lebih luas dari kondisi belajar yang dibahas sebelumnya. Lingkungan belajar melingkupi aspek mental dan keadaan di luar diri si anak. Diantaranya dengan memperhatikan gaya hidup, makanan, gizi, guru dan sahabatnya serta komunitas yang sering dia ikuti. 

Bila itu dianggap baik, maka potensi belajarnya akan dapat terus berkembang ke arah yang positif dan berdampak pada kehidupan sosial dan agamanya, serta tak lupa meminta Bimbingan Allah dalam setiap langkah belajar si anak.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.