15 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

Ramadhan Mubarak:
Malam Lailatul Qadar 27 Ramadhan?

...

  • Helmi Abu Bakar El-Langkawi
  • 11 June 2018 11:40 WIB

Ilustrasi. @nu.or.id
Ilustrasi. @nu.or.id

Ramadhan hanya tinggal beberapa hari lagi. Tentunya di antara harapan kita sebagai Muslim dapat mengisi sisa Ramadhan dengan sempurna bahkan kemungkinan malam qadarpun masih terbuka lebar tepatnya malam ganjil dan malam 27 Ramadhan.

Keberadaan malam qadar dan lebih khusus lagi adalah malam-malam ganjil pada rentang tujuh hari terakhir dari bulan tersebut. Ini berdasarkan beberapa hadis Nabi pernah bermimpi bahwa Lailatul Qadar tiba di tujuh hari terakhir. Baginda Rasulullah bersabda, “Aku juga bermimpi sama sebagaimana mimpi kalian bahwa Lailatul Qadar pada tujuh hari terakhir, barangsiapa yang berupaya untuk mencarinya, maka hendaknya dia mencarinya pada tujuh hari terakhir”. (Muttafaqun ‘alaihi dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma).

Sementara itu dalam riwayat Muslim disebutkan juga hadis berbunyi, “Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir, jika salah seorang dari kalian merasa lemah atau tidak mampu, maka janganlah sampai terlewatkan tujuh hari yang tersisa dari bulan Ramadhan”. (HR. Muslim).

Namun lebih khusus lagi malam qadar itu adalah malam 27 sebagaimana sabda Nabi tentang malam qadar, “(Dia adalah) malam ke-27”. (HR. Abu Dawud, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu ‘anhuma, dalam Shahih Sunan Abi Dawud).

Sahabat Ubay bin Ka’b radhiyallahu ‘anhu menegaskan, “Demi Allah, sungguh aku mengetahui malam (Lailatul Qadar) tersebut. Puncak ilmuku bahwa malam tersebut adalah malam yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk menegakkan shalat padanya, yaitu malam ke-27”. (HR. Muslim).

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa Lailatul Qadar itu ada pada sepuluh akhir Ramadan, terutama pada malam tanggal ganjil dan kemungkinan besar jatuh pada malam 27 Ramadhan.

Ini juga diperkuat dalam hadis dari riwayat Abu Dzar disebutkan,  “Bahwasanya Rasulullah melakukan shalat bersama mereka (para sahabat) pada malam dua puluh tiga (23), dua puluh lima (25), dan dua puluh tujuh (27) dan disebutkan bahwasanya beliau mengajak shalat keluarga dan isteri-isterinya pada malam dua puluh tujuh (27).”
Semoga kita dapat meraih sisa malam Ramadhan dengan ibadah dan berbuat kebaikan walaupun malam qadar itu sudah lewat ataupun jatuh malam ganjil tepatnya 27 Ramadhan. Semoga![]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.