21 July 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Marhaban Ya Ramadhan

...

  • Helmi Abu Bakar El-Langkawi
  • 16 May 2018 17:00 WIB

Foto: ilustrasi. @republika
Foto: ilustrasi. @republika

Tamu agung kembali menyapa umat Muslim. Ramadhan namanya. Bulan Ramadhan penuh keberkahan dan kelebihan. Kesempatan emas ini hendaknya kita pergunakan sebaik mungkin untuk menggapai pahala dan keridhaan-Nya.
Kita sebagai umat Islam yang menjalankan amalan saleh dan kewajiban terlebih pada bulan Ramadhan ini tentunya akan mendapatkan balasan berlipat ganda, sebagaimana terdapat dalam hadis:

“Wahai sekalian manusia. Kalian akan dinaungi oleh bulan yang agung dan penuh berkah. Padanya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu malam. Allah menjadikan puasa di bulan itu sebagai kewajiban dan qiyamnya sebagai perbuatan sunah. Siapa yang mendekatkan diri kepada-Nya dengan amal kebaikan seolah-olah ia telah melakukan kewajiban di bulan lain. Dan barangsiapa melakukan kewajiban pada bulan itu maka ia seolah telah melakukan tujuh puluh kewajiban di bulan lain. Ia adalah bulan kesabaran dan kesabaran itu adalah jalan menuju surga.”(HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)

Bukan hanya itu, shalat sunah yang dikerjakan berlipat ganda pahalanya. Tentu saja ini berkah bulan Ramadhan, fadhilah dan kelebihan tersebut diungkapkan dalam sebuah hadis berbunyi, “Bahwa pintu langit dan pintu syurga dibuka pada awal Ramadan hingga akhir malam Ramadhan, tiap orang yang bersembahyang pada malamnya dituliskan baginya tiap satu sujud 1700 kebajikan, dibina rumah baginya di dalam  syurga daripada yaqut merah indah, baginya 70 pintu daripada emas yang bertatah yaqut permata yang merah, orang yang berpuasa pada awal Ramadhan diampunkan segala dosanya  hingga ke akhir bulan Ramadhan, dibinakan baginya tiap-tiap hari sebuah mahligai di dalam syurga, mempunyai 1000 pintu daripada emas, dan meminta ampun baginya 70000 malaikat  dari pagi  hingga tenggelam matahari.” (Al Hadith)

Bahkan, tidur saja dikatagorikan kepada ibadah, sungguh mulia dan berkah Ramadhan itu. Sebagaimana disebutkan oleh sahabat Ibnu Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Diamnya orang yang berpuasa adalah tasbih, tidurnya adalah ibadah, doanya dikabulkan dan amalnya dilipatgandakan”.( HR. Abu Zakariya bin Mandah dalam al-Amali dan al-Dailami)

Berdasarkan hadis di atas, setidaknya ada beberapa poin penting yang harus direnungkan:

Pertama, diamnya seorang yang berpuasa dapat pahala seperti orang yang sedang membaca tasbih. Diam di sini dalam arti menjaga lidah dari menggunjing dan membicarakan hal yang tidak berguna.

Kedua, tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, maksudnya tidur pada waktu siang hari, karena dapat membantu untuk melakukan ibadah pada malam hari seperti qiyamullail dan shalat tarawih.

Ketiga, doa orang yang berpuasa dikabulkan ketika akan berbuka puasa, karena baru selesai menunaikan ibadah puasa sedangkan perutnya masih kosong dari makanan.

Keempat, amal perbuatannya dilipatgandakan, maksudnya puasa yang dilakukan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Maka mari kita raih keberkahan bulan ini untuk berlomba dalam ibadah, dan jangan melakukan perbuatan dosa sebagai bentuk penghormatan kepada Syahrul Mubarak. Mari kita isi Ramadhan dengan kegiatan dan amal positif menuju mardhatillah.

Wallahu Muwaffiq Ila Aqwamith Thariq.[]

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.