17 January 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Menakar Peran Signifikan Kaum Terpelajar

...

  • portalsatu.com
  • 13 January 2019 17:00 WIB


Oleh Taufik Sentana


Bila kita masih menganggap tentang eksistensi kaum terpelajar (kaum intelek) dalam sistem sosial kita, maka peran signifikan kaum terpelajar tadi (sebutan untuk kata sarjana dalam Kamus Bahasa Indonesia), tidak semata berdasarkan pada orientasi kerja sebagai pegawai negeri khususnya. Walau persepsi masyarakat masih saja menganggap ASN lebih menjanjikan, apalagi untuk menjadi calon menantu.

Peran signifikan yang penulis maksudkan adalah bahwa mereka, dengan usianya yang produktif, sangat dibutuhkan sebagai penyangga suatu masyarakat. Para kaum terpelajar, dengan pengalaman akademik dan organisasinya, mereka dapat secara mandiri mengembangkan program berbasis sosial kemasyarakatan, pendidikan, dan bahkan pemberdayaan ekonomi.

Di sini, penulis tidak menganggap para lulusan kampus tersebut hanya mentok sebagai "aktivis". Akan tetapi lebih dari itu, mereka sekaligus menjadi generator besar yang bisa mencahayai kaumnya. 

Bahkan, di beberapa negara maju, umumnya, seseorang belum dianggap terpelajar (intelektual, sarjana), bila tidak memiliki kontribusi langsung dalam perbaikan masyarakat lewat ide, karya dan program-programnya. Sehingga seorang dosen dan guru, belum cukup intelek bila tidak menghasilkan buku dan penelitian relevan yang berdampak bagi masyarakat.


Dalam membangkitkan gairah baru kaum terpelajar ini, agar tidak selalu ASN /karyawan oriented, masyarakat perlu bersikap terbuka dan lebih dinamis dalam menyikapi angkatan kerja kita yang terus bertambah dan tak sebanding dengan lapangan kerja yang tersedia.

Bagi pihak universitas dan lembaga pendidikan yang terkait, hendaknya dapat mengembangkan ruang kemandirian para calon lulusannya dalam berpikir kreatif, penemuan dan proyek pembangunan masyarakat berkelanjutan yang terintegrasi dalam kurikulum. 

Tentu saja kesemuanya tetap bermuara pada usaha kerja yang memungkinkan secara finansial dan mewadahi kompetensi para lulusan.

Selebihnya, perihal ketersedian lapangan kerja yang berbasis kebijakan pemerintah, entah padat karya atau sejenisnya, biarlah pemerintah yang memikirkan. Lalu Kita berharap agar setiap lulusan kampus/universitas bisa menjadi lokomotif perbaikan masyarakat secara umum.


Taufik Sentana
Peminat kajian sosial dan budaya dan Bergiat di Bid.Pengembangan SDM.

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.