23 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Menghidupkan Majelis Ta'lim Ayah-Bunda di Sekolah

...

  • portalsatu.com
  • 27 November 2018 07:30 WIB

Oleh Taufik Sentana

Praktisi Pendidikan Islam. Peminat kajian sosial-budaya. Menetap di Meulaboh.


Di antara misi besar pendidikan Islam adalah Takwinul Ummah. Dapat dimaknai sebagai upaya membangun kesadaran umat dalam merealisasikan nilai nilai Islam dalam kehidupan.

Dalam makna ini, pendidikan Islam tidak hanya sebatas internalisasi nilai dalam kehidupan peserta didik, namun juga melibatkan orang tua atau ayah-bundanya. Sebab, domain ini masih sangat mungkin diwarnai bila dibandingkan dengan lingkungan masyarakat (negara dan dunia) yang luas.

Dengan berfungsinya pendidikan formal yang utuh dan sinergi dari ayah-bunda (selaku wali murid), diasumsikan akan berdampak pada perbaikan di masyarakat secara bertahap.

Tidak banyak sekolah yang selalu membangun hubungan intens antarwali murid. Meskipun badan komite telah lama ada, dialog yang terbangun biasanya hanya seputar fisik sekolah. Di samping itu juga ada pertemuan berkala antara sekolah dan para ayah-bunda, yang secara khusus membincangkan perkembangan belajar anak anak mereka dan hal-lain terkait program sekolah.

Rancangan dan Manfaatnya

Dalam rangka kembali ke misi pendidikan Islam sebagaimana penulis sebut di paragraf awal, perlu juga kiranya para pengelola sekolah untuk mulai menghidupkan Ta'lim bagi Ayah-Bunda. Kegiatan ini bisa dilakukan dwi mingguan atau sebulan sekali. Prosedurnya disesuaikan dengan keadaan di sekolah.

Kegiatan ta'lim ini biasanya membahas tema-tema luas, dari Fiqih, Tauhid, Akhlaq, Tafsir dan seputar pendidikan anak. Pematerinya bisa dari kalangan profesional da'i, teungku dayah dan SDM dari wali murid sendiri yang dianggap mampu.

Menurut yang penulis amati, agaknya untuk program ta'lim bagi ayah-bunda ini baru sedikit sekolah yang merutinkannya. Di antaranya adalah sekolah-sekolah yang terkoneksi dalam Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Hal ini sejalan dengan misi mereka guna memberdayakan semua elemen pendidikan untuk bersama mewujudkan misi pendidikan Islam.

Di antara catatan baik atas ta'lim ayah-bunda ini adalah, bahwa kegiatan ini akan menjadi warna dalam benak si anak (murid) bahwa budaya belajar merupakan aktivitas yang mesti terus dikejar walaupun sudah (dewasa) dan  menjadi orang tua. 

Bila sikap ini dapat terpatri dalam diri peserta didik, maka mereka akan selalu haus akan ilmu dan akan merasakan manisnya belajar. Hingga akal dan hatinya selalu hidup untuk kemudian memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan luas.[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.