05 June 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Menjadi Bijaksana

...

  • portalsatu.com
  • 26 February 2020 21:30 WIB

Bila merujuk ke ikon sang bijak yang digambarkan Alquran, maka Luqmanul Hakim menjadi sosok yang bisa kita gali kelebihannya. Hal itu diperlukan bila kita  ingin memahami makna menjadi bijaksana sehingga nama baiknya disebut dalam Kitab Suci.

Sebagian mungkin beranggapan bahwa menjadi bijaksana adalah bawaan watak semata. Jadi, apalah arti menjadi bijaksana di zaman kita yang penuh paradok. Tapi justeru itu kebijaksanaan diperlukan, sehingga setiap kita mesti menempuh "jalan" untuk sampai pada kebijaksanaan.

Dalam Alquran, kata bijaksana ("hakim"), sering bersanding dengan kata "alim". Ini mengindikasikan bahwa kebijaksanaan adalah bagian dari ilmu, atau kebijaksaan memiliki otonomi tersendiri dengan batasan yang lazim. Dalam makna ini, ilmu memiliki metodologi tersendiri, sedangkan menjadi bijaksana (karakter bijak) adalah proses praktisnya dalam merespon gejala dan peristiwa lingkungan. Ia akan sampai pada tingkat "mendengar" yang tak bersuara.

Jadi,mengapa seseorang perlu menjadi bijaksana? Baik ia seorang ayah, ibu, pejabat, profesional dsb. Jawaban singkatnya, agar setiap kita dapat menemukan makna di balik fakta, misalnya. Makanya ada anjuran untuk menyaksikan pohon saat ia berbuah,  diperintahkan pula untuk menggali kisah kisah terdahulu dan bahkan melihat dengan detil ke struktur diri dan fisik kita.

Bahasa lainnya, kebijaksaan akan selalu sejalan dengan nilai semesta berdasarkan kebenaran yang umum (sunnatullah). Dengan sikap ini seseorang bisa keluar dari arogansi, sifat merusak dan dapat menakar dengan adil. Sehingga diharapkan seorang tersebut akan sampai pula pada Si Pemilik Kebiksanaan.[]

Taufik Sentana
Peminat kajian psikologi terapan.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.