18 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Mina, Tempat Perpisahan Jibril dan Adam

...

  • VIVA
  • 08 July 2019 07:00 WIB

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melempar jumrah. Foto VIVA/Beno Junianto
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin melempar jumrah. Foto VIVA/Beno Junianto

Melempar jumrah adalah salah satu rukun haji. Dilakukan di Mina usai jemaah melakukan wukuf yang merupakan puncak haji. Melontarkan jumrah merupakan simbol perlawanan seorang muslim terhadap setiap kemungkaran yang diprakarsai setan.

Mina dikutip dari buku Haji dan Umrah, Menelusuri Air Mata Tauhid, dimaknai sebagai cita-cita. Dalam riwayatnya, Ibnu Abbas menerangkan, tempat melempar jumrah disebut Mina karena ketika Jibril akan berpisah dengan Adam di tempat itu, Jibril berkata kepada Adam, "Bercita-citalah engkau."

Adam pun menjawab, "Cita-citaku masuk surga."

Sejak saat itu tempat itu disebut Mina karena Adam menyatakan cita-citanya di tempat itu.

Pada hari kesepuluh Zulhijah, jemaah haji berada di Mina untuk melempar jumrah Aqabah dengan batu kerikil tujuh buah, kemudian dilanjutkan dengan tahallul dan menyembelih kurban. Jemaah pun melanjutkan bermalam pada 12 dan 13 Zulhijah.

Berbagai amaliyah yang dilakukan jemaah haji di tempat ini memiliki makna mendalam yang dapat dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, melontar jumrah sebagai simbol perlawanan seorang muslim terhadap kemungkaran yang dilancarkan setan. Kedua, melontar jumrah di Mina merupakan try out bagi jemaah haji setelah pengenalan dan memperkenalkan diri kepada Allah SWT sebagaimana ia secara arif menyikapi kehidupan yang pluralistik. Sebab di Mina, seorang jemaah haji telah berinteraksi dengan jemaah lain dengan berbagai karakter, kebiasaan dan perilakunya.

Ketiga, di Mina seorang jemaah melakukan penyembelihan kurban dalam rangka internalisasi komitmen dan semangat pengorbanan Ibrahim AS. Di sini seorang jemaah haji membangun komitmennya untuk melakukan pengorbanan dalam menegakkan kebenaran, dan melakukan kebenaran untuk mencegah kemungkaran.

Keempat, Mina menginternalisasi bahwa apapun yang dilakukan seseorang dalam rangka penegakan kebenaran dan mencegah kemungkaran harus berlandaskan kedekatan kepada Allah SWT.

Semoga amaliyah ini bisa dijalankan jemaah haji, sehingga menjadi haji mabrur. Amin.

Penulis: Umi Kalsum.[]Sumber: viva.co.id

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.