18 November 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Hakikat Maulid Nabi
Pengungkapan Syukur atas Kehadiran Nabi Muhammad SAW ke Dunia

...

  • OKEZONE
  • 08 November 2019 13:52 WIB

Foto Ilustrai/Dok Aswaja
Foto Ilustrai/Dok Aswaja

Sejatinya peringatan Maulid Nabi yang dilakukan saat ini baru dirintis oleh penguasa Irbil, Raja Mudhaffar Abu Sa’îd Al Kukburi Bin Zainuddin Ali Bin Buktikin. 

Meski Maulid Nabi baru dirintis pada era Raja Mudhaffar, namun orang yang melakukannya akan diberi pahala. Imam Suyûthy mengatakan,

“Beliau (Imam Suyûthy) ditanya tentang perayaan Maulid Nabi Saw. pada bulan Rabiul Awwal. Bagaimana hukumnya menurut syara’ ? Apakah terpuji atau tercela ? Dan apakah orang yang melakukannya diberi pahala atau tidak ? Beliau menjawab,

“Jawabannya menurutku bahwa asal perayaan Maulid Nabi SAW, yaitu manusia berkumpul, membaca Alquran, dan kisah-kisah teladan Nabi Saw. Sejak kelahirannya sampai perjalanan kehidupannya .. Kemudian menghidangkan makanan yang dinikmati bersama, setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan, tidak lebih.

Semua itu termasuk bid’ah hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan derajat Nabi SAW, menampakkan rasa suka cita dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad Saw. yang mulia.”[1]

Jadi sebetulnya hakikat perayaan Maulid Nabi itu merupakan bentuk pengungkapan rasa syukur dan senang atas terutusnya Nabi Muhammad SAW ke dunia ini.

Seperti dilansir website Pondok Pesantren Lirboyo, dalam perayaan Maulid Nabi SAW dilakukan hal-hal yang menjadi anjuran agama.

Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki al-Hasani menjelaskan, setidaknya ada tiga hal yang tentu terkandung dalam perayaan Maulid Nabi:

1. Pembacaan salawat pada Nabi SAW

Keutamaan membaca salawat Nabi tidak diragukan lagi. Di isi dengan sejarah nabi ketika berdakwah, cerita kelahiran beliau dan wafatnya sehingga seorang muslim memperoleh gambaran tentang hakikat Islam secara paripurna yang tercermin dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW.

2. Maulid Nabi jadi sarana bersalawat

Peringatan tersebut merupakan sarana yang mendorong kita bersalawat pada beliau sehingga termasuk melakukan perintah Allah.

3. Menceritakan tentang sopan santun dan tingkah laku yang terpuji Nabi Muhammad

Dengan mendenger cerita tentang sopan santun dan tingkah laku yang terpuji Nabi Muhammad membuat seorang muslim akan termotivasi untuk mengikuti perilaku Nabi SAW. Apa lagi diselingi dengan pengajian agama, membaca Alquran, bersedekah dan ritual-ritual yang mendapat legalitas syariah.

Penjelasan di atas memberikan pengertian bahwa Maulid Nabi merupakan tradisi yang baik dan mengandung banyak kegunaan dan manfaat yang akhirnya kembali pada umat itu sendiri. 

Hanya yang perlu ditegaskan, peringatan Maulid Nabi tidak terkhusus pada bulan Rabiul Awwal saja. Kita dianjurkan untuk selalu memperingati Nabi Muhammad SAW. sepanjang waktu setiap ada kesempatan, lebih-lebih ketika bulan Rabiul Awwal dan ketika hari Senin.

Memang peringatan Maulid Nabi pada bulan tertentu dan dengan model tertentu tidak mempunyai nash yang tegas. Namun juga tidak ada satu dalilpun yang melarang karena berkumpul untuk bersama-sama mengingat Allah, membaca salawat dan amal-amal baik lainnya termasuk yang harus selalu kita perhatikan dan kita lakukan.

Lebih-lebih pada bulan kelahiran Nabi. Di mana rasa keterikatan sejarah akan sangat mendorong masyarakat untuk lebih bersungguh-sungguh dan lebih meresapi apa yang dilakukan dan disampaikan.[]Sumber:okezone

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.