23 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Penting: Memasyarakatkan Bahasa Arab

...

  • portalsatu.com
  • 07 February 2019 22:00 WIB


Oleh Taufik sentana

Dalam era yang penuh daya saing seperti sekarang ini, mempelajari dan menguasai salah satu bahasa asing menjadi hal yang mendesak. Berkembangnya periode industri, menuntut para pelajar agar mempelajari bahasa Jerman, Inggris, Jepang, Mandirin dan Korea. 

Adapun bahasa Arab, umumnya dipelajari bukan semata karena daya saing (kepentingan) di dunia kerja. Walaupun bahasa Arab merupakan salah satu bahasa resmi di  PBB,  tapi banyak orang yang mempelajari bahasa Arab, karena faktor dorongan memahami agama Islam sesuai referensi  dan demi memelihara keaslian sumber ajaran Islam serta memudahkan dalam menempuh studi keislaman tertentu.

Menurut hemat penulis, mempelajari bahasa Arab bagi orang dewasa juga bisa dikatakan mudah. Sebab, orang dewasa biasanya telah mengenal pola belajar dan memilki motivasi yang cukup stabil. 

Adalah sangat baik memang agar bahasa Arab ini dikenalkan sejak dini, sebelum berakhir usia SMP. Kabarnya, menurut laporan psikolog modern, rentang usia dini pada anak merupakan waktu yang pas mempelajari bahasa asing. Bahkan dipercaya bahwa si anak bisa menguasai hingga 10 bahasa, karena otaknya (sistem memorinya) memang sedang berkembang dalam hal berbahasa.

Di Aceh, dengan citra pendidikan berkarakteristik Islam, bahasa Arab menjadi bagian muatan kurikulum. Meskipun dengan promlem yang beragam. Baik problem secara metodologis maupun dari segi SDM dan minat siswa dalam mempelajarinya, terutama di sekolah yang non dayah/pesantren.

Sudah saatnya pihak sekolah untuk benar-benar melirik ke program peminatan dan penguatan bahasa Arab, dengan membincangkan (mewacanakan)bahasa Arab dalam rapat-rapat kerja sekolah dan bekerja sama dengan orang tua siswa dalam menumbuh-kembangkan iklim yang mendorong minat menguasai bahasa Arab. Sebagaimana sekarang, tampak antusiasme masyarakat dalam mengikuti program Tahfizh Quran. Dan tentu dalam kecenderungan ini, bahasa Arab menjadi elemen kurikuler yang tak terpisahkan. Selebihnya, kita tentu perlu perhatian khusus pemerintah setempat dalam membangun citra (dengan rangkaian lomba dan program) bahasa Arab sebagai unsur agama Islam dan budaya Aceh/Melayu. Agar kelak, generasi penerus kita dapat memahami bahasa Arab dengan pemahaman yang baik,  atau minimal,  mengapresiasi bahasa Arab secara tepat, sehingga terhindar dari sikap antipati akan hal-hal yang berbau Arab.

 

*Praktisi Pendidikan Islam

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.