12 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Perbanyaklah Berzikir Al-Ghafur untuk Menghapus Dosa

...

  • Helmi Abu Bakar El-Langkawi
  • 11 February 2018 10:00 WIB

Asmaul Husna ke-34 bernama Al-Ghafur. Kata “Al-Ghafur” ini berasal dari kata dasar gha-fa-ra, sama dengan “Al-Ghaffar” yang sama-sama merupakan nama sekaligus sifat Allah. Sebagian Ulama memberi arti yang sama terhadap keduanya, sebagian lagi menyatakan bahwa cakupan Al-Ghaffar lebih luas dan dalam dibanding Al-Ghafur, dan sebagian lagi sebagaimana pendapat Imam Al-Ghazali bahwa Al-Ghafur lebih sempurna dan menyeluruh pengampunannya.

Terlepas dari perbedaan tersebut, Alquran tidak kurang dari 91 kali menyebut kata Al-Ghafur. Sebagian besar dirangkai dengan nama dan sifat Allah yang lain, sebagian sisanya berdiri sendiri. Dari sekian banyak ayat, kata Al-Ghafuur lebih banyak disandingkan dengan kata Ar-Rahim (tak kurang dari 70 kali). Hal itu memberi kesan bahwa sifat ghafur-Nya lebih merupakan derivasi dari sifat kasih dan sayang-Nya. Betapa tidak! Allah memberi ampunan kepada setiap mukmin yang bertobat dan bersungguh-sungguh meminta ampunan-Nya. Allah berfirman:"Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat, beriman, dan beramal shaleh, kemudian ia tetap mengikuti jalan (petunjuk) yang benar." (QS. Thaaha: 82)

Sementara itu mereka yang telah yang telah melampaui batas dan tidak serta merta meminta ampunan sekalipun, Dia tetap berlapang untuk mengampuninya."Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Az-Zumar: 53)

Syamsul Yakin menyebutkan, dalam Alquran Allah mendeklarasikan diri sebagai Tuhan Yang Maha Pengampun atau al-Ghafur, al-Ghaffar, al-Ghafir. Secara bahasa, kata al-Ghafur, al-Ghaffar, dan al-Ghafir memiliki akar kata yang sama, yakni gha-fa-ra. Tetapi para ahli bahasa memberikan penekanan makna yang tidak sama pada ketiga kata itu.

Kendati semua kata berarti Maha Pengampun, tetapi kata al-Ghafur lebih hebat maknanya ketimbang al-Ghaffar. Al-Ghaffar sendiri lebih dahsyat kandungan maknanya dari al-Ghafir. Dan dari segi kemunculannya dalam Alquran, kata al-Ghaffar hanya terdapat lima kali dalam Alquran sedangkan al-Ghafur mencapai 91 kali. Sifat Allah Yang Maha Pengampun ini kerap-kali berangkaian dengan kata lain, seperti al-Rahim, al-Halim, al-‘Afuw dan lainnya.

Berdasarkan penelitian para ahli, hanya dua kali kata al-Ghafur yang berdiri sendiri. Dalam perspektif Alquran, ketika seorang memohon ampunan kepada Allah, maka artinya yang diminta dari Allah adalah penghapusan dan penghilangan dosa serta pemberian maaf. Misalnya: “Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir” (QS. Alu Imran [3] ayat 147). (Seri Asmaul Husna: Al-Ghafur, Syamsul Yakin, 2017).

Perbedaan antara al-Ghafur dan al-Ghaffar serta Al-'Afuwwu

Sepintas ketiga nama tersebut di atas tampak sama, tetapi ternyata ada perbedaan makna yang sangat dalam, yaitu Al Ghafur bermakna menutupi dosa dan Al ‘Afuwwu bermakna melebur dosa. Sehingga al Ghafur terkadang bermakna menutupi dosa seseorang dan tiadalah siksa baginya, tapi Allah Swt tidak meridhai apa yang dilakukannya. Adapun al Afuwwu berarti melebur dosa dan Allah Swt juga meridhainya, sehingga seakan-akan dosa itu tidak pernah ada. Dari keterangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa al-‘Afuww lebih tinggi tingkatannya dibanding al-Ghafur.

Sedangkan tentang Al-Ghaffar  dan Al-Ghafur, menurut Imam Ghazali, al-Ghafur adalah ampunan Allah dari sisi kualitas, sedangkan Al-Ghaffar  adalah ampunan Allah dari segi kuantitas. Perbedaan lain adalah bahwa al-Ghafur mengampuni dosa dari masa lalu hingga masa mendatang, sedangkan al-Ghaffar mengampuni dosa dari masa kini hingga masa mendatang. Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa al-Ghafur lebih sempurna dan menyeluruh pengampunannya daripada al-Ghaffar. Jadi dari ketiga nama tersebut, jika ingin disusun dari tingkatan yang baik hingga yang paling baik adalah al-Ghaffar, al-Ghafuur dan al-'Afuww

Kelebihan Zikir Ini

Pertama, mereka yang bertaubat, hendaklah memperbanyakkan zikir ‘Ya Ghafur’ dengan mengakui dosa-dosa dan beriktikad untuk tidak mengulanginya, Insya Allah akan diterima taubatnya oleh Allah.

Kedua, seseorang dihidapi penyakit di kepala, demam atau dukacita, maka wiridlah ‘Ya Ghafur’ berulang kali, Insya Allah akan sembuh.

Ketiga, seseorang menuliskan ‘Al-Ghafur’ atas orang yang sakit demam bacalah sebanyak 3 kali, Insya Allah akan segera sembuhlah dengan izin Allah Swt.

Keempat, seseorang yang mengucapkan ‘Ya Rabbi Ighfirlii’ sebanyak 3 kali di dalam sujud, maka Allah akan mengampuni segala dosa kecilnya yang lalu dan akan datang.[]

Editor: IHAN NURDIN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.