19 April 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pinjaman untuk Allah

...

  • portalsatu.com
  • 23 November 2018 07:40 WIB

Ilustrasi. Foto: istimewa
Ilustrasi. Foto: istimewa

Oleh: Taufik Sentana*

SEORANG mungkin akan langsung bertanya ulang, 'bagaimana kita bisa memberi pinjaman kepada Allah, sedang Ia Maha Pemberi dan Maha Kaya?'. Ini sama halnya dengan bunyi firman Allah yang meyatakan bahwa Allah telah 'Membeli dari kaum beriman berupa jiwa dan harta mereka'.

Jadi kata "pinjaman" untuk Allah dan bahwa Allah telah "Membeli", merupakan gaya bahasa Quran yang Allah sajikan secara indah. Banyak sekali ungkapan sejenis yang tersurat dalam firman-Nya. Setidaknya gaya bahasa tersebut memberi makna pada kita, betapa luasnya sikap kasih Allah. 

Sebagaimana kita yakini bahwa Allah Maha Memberi dan Maha Memiliki, tapi dengan ungkapan di atas, lewat kata "pinjaman" dan "membeli", misalnya, kita akan tersadar dan hati kita tersentuh, hingga makin mantap keyakinan kita untuk beramal salih. Karena dalam gaya bahasa tersebut juga mengandung motivasi untuk sang hamba: Bahwa Sang Khalik saja sudah bersedia menerima "pinjaman", yang tentu akan Ia balas (kembalikan sesuai janji) dengan jumlah yang berlipat pula, kenapa kita masih berpikir lama untuk beramal? Ungkapan tersebut juga selayaknya membuat kita malu.

Adapun kata "pinjaman", (qardhun, qiradh, yang kemudian diadopsi menjadi kredit), adalah setiap amal salih yang diniatkan hanya karena Allah, yang disandarkan hanya kepada-Nya maka ia akan menjadi "pinjaman yang baik" di sisi-Nya dan akan dibalas dengan balasan kemuliaan berupa surga (Quran, Surah Hadid: Ayat 11)

Lebih khusus lagi para mufasir menyatakan bahwa kata "pinjaman" tersebut mengarah pada amalan infak di jalan Allah sesuai yang ma'ruf, dengan balasan tujuh ratus kali lipat bahkan lebih sesuai kehendak-Nya.

Jadi dengan kata "pinjaman" tersebut, bahasa yang akrab dalam transaksi sehari-hari manusia, Allah ingin merayu kita agar terus selalu beramal salih, terutama berinfak sebagai sikap ketundukan yang tercatat dengan bentuk "pinjaman" yang akan Allah kembalikan (balas) dengan kelipatan yang banyak.[]


*Taufik Sentana
Dari Ikatan Dai Indonesia Kab. Aceh Barat.

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.