19 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Rahasia Mudah ke Tanah Suci

...

  • portalsatu.com
  • 25 April 2019 16:00 WIB

Oleh Wahyu Mattawang

Sekitar tiga tahun lalu, ada pengumuman di salah satu harian di Kota Makassar, sebuah travel umroh dan haji ingin memberangkatkan imam masjid yg belum pernah umroh dan tergolong kurang mampu. Melalui Kakak, Bapak pun didaftarkan ke travel tsb siapa tahu ada rezeki. Hasilnya Bapak dinyatakan memenuhi syarat, manasik umroh pun dilaksanakan dgn menghadirkan ust kondang, ternyata peserta yg hadir ratusan orang, tdk sedikit yg datang dgn kendaraan mobil pribadi. 

Berselang beberapa minggu, tidak ada kepastian info lanjutan setelah manasik itu digelar. Hingga Bapak berinisiatif menghubungi travel tsb dan jawabannya banyak peserta yg tidak memenuhi syarat, perlu dilakukan verifikasi ulang. Setelah itu tidak ada lagi kabar berita. Bapak hanya pasrah, mungkin belum saatnya.

Di tahun yg sama, saya mendapatkan hadiah umroh dari kantor. Sejak awal sdh saya niatkan jika dapat hadiah umroh maka yg akan saya berangkatkan adalah Ibu, sambil berharap Bapak juga bisa berangkat setelah diverifikasi oleh pihak travel tadi.

Ternyata, pimpinan kantor menunjuk saya untuk mengkoordinir seluruh karyawan yg mendapatkan hadiah umroh pd tahun itu. Otomatis Ibu saya tidak bisa saya berangkatkan. Saya menyampaikan kpd Ibu dan beliau tdk sedikitpun kecewa, beliau tetap bahagia krn anaknya bisa berangkat umroh. Bapak juga menguatkan bahwa ini adalah kesempatan yg Allah berikan khusus kepada saya, berangkatlah.

Selama di tanah suci saya banyak merenung, rasanya saya belum pantas mendapatkan jamuan istimewa ini, amalan saya terlalu sedikit apalagi jika dibandingkan dgn amalan kedua org tua saya, saya belum ada apa2nya. Namun mengapa saya yg ditakdirkan ke tanah suci lebih dulu, mengapa bukan orang tua saya.

Saya kemudian berpikir, amal apa yg bisa mengantarkan orang tua saya agar bisa datang ke tempat ini, ke tanah suci. Kebetulan ada anak muda Saudi yg menawarkan wakaf mushaf Al-quran, dia berdiri di jalan sambil memanggil-manggil jamaah yg berjalan ke Masjidil Haram, menawarkan untuk berwakaf. Akhirnya saya menemukan jawaban, inilah amal yg akan mengundang orang tua saya datang ke tanah suci, wakaf Al-quran. Saya wakafkan 2 buah mushaf Al Quran masing-masing atas nama Bapak dan Ibu.

Mushaf itu kemudian diam-diam saya letakkan di rak mushaf yg ada di dlm Masjidil Haram sambil berharap, setiap huruf yg dibaca oleh jamaah dari mushaf ini menjadi doa yg kelak akan memanggil kedua orang tua saya datang ke sini. Paling tidak, orang tua saya sudah punya jejak amal di tanah suci walau belum pernah datang ke tempat ini.

(Wakaf adalah salah satu ibadah maliyah berupa harta yg kita berikan di jalan Allah dgn niat untuk kemaslahatan ummat. Selama harta itu dimanfaatkan oleh ummat maka selama itu pula akan mengalirkan pahala jariyah walaupun kita sdh tiada).[]

Bersambung...

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.