27 April 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Saat Kita Percaya Ada Malaikat Selalu Mengawasi Kita

...

  • PORTALSATU
  • 12 April 2018 10:30 WIB

Ilustrasi. Foto: public domain
Ilustrasi. Foto: public domain

Tanpa alas kaki dan kotor, gadis kecil itu hanya duduk dan menyaksikan orang-orang berlalu. Ia tidak pernah mencoba berbicara. Ia tidak pernah mengatakan sepatah kata pun. Banyak orang berlalu, tetapi tidak pernah berhenti.

Kebetulan hari berikutnya saya memutuskan untuk kembali ke taman itu, ingin tahu apakah gadis kecil itu masih ada di sana.

Tepat di tempat saat ia kemarin duduk, dengan tatapan paling menyedihkan di matanya. Hari ini saya harus bergerak sendiri dan berjalan ke arah gadis kecil itu.

Tentu saja, kita tahu, taman penuh dengan orang-orang aneh, dan bukanlah tempat bagi anak-anak kecil untuk bermain.

Ketika saya mulai berjalan ke arahnya, saya bisa melihat bagian belakang gaun gadis kecil itu menunjukkan kelainan bentuk.

Saya pikir itulah alasan orang-orang hanya lewat dan tidak berusaha untuk membantu.

Ketika saya semakin dekat, gadis kecil itu sedikit menurunkan matanya untuk menghindari tatapan saya.

Saya bisa melihat punggungnya lebih jelas. Bentuknya sangat aneh seperti berpunuk.

Saya tersenyum, agar dia tahu bahwa itu baik-baik saja, saya ada untuk membantunya, untuk berbicara.

Saya duduk di sampingnya dan membuka dengan sapaan sederhana, “Halo..”

Gadis kecil itu kaget dan tergagap sambil memandang panjang ke mataku. Aku tersenyum dan dia dengan malu membalas senyumnya.

Kami berbicara sampai gelap dan taman itu benar-benar kosong. Semua orang telah pergi dan kami sendirian.

Saya bertanya pada gadis itu mengapa dia sangat sedih. Gadis kecil itu menatap saya dan dengan wajah sedih berkata, “Karena saya berbeda.”

Saya segera berkata, “Itulah kamu!” dan tersenyum.

Gadis kecil itu lebih sedih lagi, katanya, “Aku tahu.”

“Gadis kecil,” kata saya, “Kamu mengingatkan saya pada malaikat.”

Gadis kecil itu berdiri dan berkata, “Benarkah?”

“Ya. Kamu seperti malaikat penjaga kecil yang dikirim untuk mengawasi semua orang yang lewat.”

Ia mengangguk dan tersenyum, dan ia berdiri lalu berkata dengan binar di matanya, “Aku.”

Saya tidak bisa berkata-kata, tentu saja saya melihat sesuatu. Ia berkata, “Dan karena kamu memikirkan seseorang selain dirimu sendiri, pekerjaanku di sini sudah selesai.”

Segera saya berdiri dan berkata, “Tunggu! Lalu mengapa tidak ada yang berhenti untuk membantu malaikat?”

Dia menatap saya dan tersenyum, “Anda satu-satunya yang bisa melihat saya, dan Anda percaya itu di dalam hati Anda.” Dan dia pergi. Dan dengan itu hidup saya berubah secara dramatis.

Ketika kita berpikir bahwa kita adalah semua yang kita miliki, ingatlah, ada malaikat yang selalu mengawasi kita.

Semua teman kita adalah malaikat.

(K. Tatik Wardayati) [] Sumber: intisari.grid.id

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.