23 April 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


Salat Sunah Nikah, Ibadah yang Kerap Terlupakan

...

  • Helmi Abu Bakar El-Langkawi
  • 13 February 2018 11:30 WIB

ilustrasi
ilustrasi

Islam sebagai agama dakwah memiliki bermacam-macam ibadah seperti salat, puasa, dan lainnya. Salah satu ibadah yang sering dilupakan bahkan jarang dilakukan pasangan pengantin baru maupun suami istri adalah salat sunah nikah.

Kapan dan bagaimana ayat, doa, atau wirid bahkan hal lain yang berkaitan dengannya bisa diperhatikan pada penjelesan berikut. Fenomena disunatkan shalat sunat nikah telah di uraikan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj dengan bunyinya:

Di antara salat-salat sunah adalah salat sebelum akad nikah. Salat ini termasuk salat yang mempunyai sebab di akhir, boleh dikerjakan asal bukan pada waktu yang dimakruhkan. Bacaannya apa saja, terserah mushalli. Salat ini disunahkan untuk mempelai pria atau wali perempuan saja. Bukan mempelai wanitanya. Sebaiknya dilakukan di majelis akad sebelum akad dilakukan (Kitab Tuhfatul Muhtaj syarah Alminhaj).

Sunah salat sebelum akad nikah, setelah keluar dari Ka'bah, dan ketika menghafalakan Alquran. Salat sebelum akad nikah sebaiknya dilakukan oleh mempelai pria dan wali perempuan, bukan mempelai perempuannya, solat ini sebaiknya juga dilakukan di majelis akad sebelum akad dilakukan.

Telah menceritakan pada kami Ibnu Idris dari Dawud dari Aby Nadhrah dari Aby Sa'id; Maulaa (budak yang telah dimerdekakan) Aby Usaid berkata: “Saya menikah ketika masih menjadi hamba sahaya, lalu saya mengundang sekelompok sahabat Rasulullah - shalallahu ‘alaihiwasallam- di antaranya ada Ibnu Mas’uddan Abu Dzar juga Hudzaifah.

Abu Said berkata: “Lalu dibacakan iqamat untuk salat. Abu Dzar kemudian berangkat untuk maju ke depan, para sahabat lainnya kemudian berkata: “Kamu juga ikut”. Abu Said berkata: “Apakah harus demikian?” Mereka menjawab: “Ya”.

Aku lalu maju ke depan sedangkan saya saat itu masih seorang budak belian. Mereka mengajariku dan mereka berkata: “Apabila kamu hendak menggauli isteri kamu (baru pengantin), salatlah terlebih dahulu dua rakaat, kemudian berdoalah kepada Allah untuk kebaikan apa yang telah kamu gauli, juga berlindunglah kepada Allah dari kejahatannya dan kejahatan diri kamu juga diri keluargamu." (Kitab Al Mushannaf: 3: 401)

 Lafadz niat salat di malam pengantin:

(Sahaja saya salat sunah malam pengantin dua raka'at lillahi ta'ala ).

Surah-surah yang sunah dibaca selepas Al-Fatihah adalah: Rakaat pertama surah Al-Kafiruun (qulya aiyuhalla kafirun) dan rakaat kedua berupa surah Al-Ikhlas (Qul huallahu ahad).

Dan setelah salat membaca doa:

"Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya (isteri) dan kebaikan apa yang saya ambil dari padanya, serta aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan kejahatan apa yang ada di dalamnya juga dari kejahatan dari apa yang aku ambil daripadanya”.

Sebelum melakukan hubungan membaca: "Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, jauhkanlah syetan dari saya, dan jauhkanlah ia dari apa yang akan Eukau rizkikan kepada kami (anak, keturunan)".[]

Sumber: Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah - KTB

Editor: IHAN NURDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.