20 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


'Seakan Doa Kita Belum Juga Dikabulkan'

...

  • PORTALSATU
  • 11 October 2018 12:00 WIB

ilustrasi. @ist/net
ilustrasi. @ist/net

Oleh: Taufik Sentana*

Tak ada ajaran yang di dalamnya merangkum doa sebagai bingkai setiap aktivitas, selain ajaran Islam. Bahkan, disebutkan bahwa doa menjadi "mukh", otaknya ibadah. Bila diartikan ibadah sebagai bentuk ketataan dengan cara tertentu, maka doa sama pentingnya sebagai suatu ketaatan, yang darinya muncul sikap khudhu' dan khusyu'.

Mungkin ada yang menyangkal bahwa ia tidak pernah meminta apapun, tidak pernah berdoa secara khusus dan sekadar bekerja dan beribadah. Hal ini hanya menandakan bahwa orang tersebut telah abai akan satu hal: sikap lemah dan betapa tergantung kita kepada Pencipta.

Bila nikmat adalah apa-apa yang telah ada pada kita dan rezeki adalah apa yang kita usahakan, maka sesuatu yang mungkin tidak kita minta, bisa sebagai karunia dan sering dianggap keberuntungan. Namun, Allah selalu menguji kita dari yang Dia beri atau yang diambil-Nya lagi dari kita.

Jadi, terkabulnya doa kita atau tidak, di sisi Allah sama saja, tergantung sikap kita saat itu.

Karena dengan doa tadi kita merasa lemah, butuh pertolongan dan dilimpahi kebaikan. Dengan berdoa kepada Allah, minimal permintaan dan doa kita telah dicatat sebagai satu kebaikan (yang bernilai sepuluh) bila memenuhi syarat berdoa yang dianjurkan. Allah tentu senang bila melihat kita terus berdoa. Bahkan, terkadang Dia memang menunggu air mata kita tumpah (bukankah ada yang terselamat dari azab neraka karena tangisnya?)

Nabi kita juga berpesan bahwa saat amalan kita ditimbang, maka kuota yang paling banyak adalah "pekerjaan" lisan kita. Andai ini bisa kita cermati, tentu kita akan mengisi setiap waktu kita dengan rangkaian doa. Dan tidaklah Allah menyiakan setiap amalan hamba-Nya. Walau "menurut kita" seakan Allah belum juga mengabulkan yang kita pinta. Akan tetapi, yakinlah bahwa wujud doa itu bisa saja dinikmati oleh keturunan kita esok atau akan tercatat dalam timbangan keabadian. Jadi, marilah terus berdoa![]

*Taufik Sentara, staf Ikatan Dai Indonesia, Aceh Barat

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.