09 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Si Pembual

...

  • portalsatu.com
  • 27 July 2020 22:40 WIB

 

Terjemahan oleh Taufik Sentana*


Dua orang sahabat berjanji untuk pergi ke hutan. Mereka berencana hendak berburu. Sudah lama mereka tidak berburu. Berburu hanya untuk kesenangan saja sambil menikmati suasana hutan yang asri, lembab dan menyegarkan.

Namun hari itu suasananya agak beda mereka rasa. Agak menegangkan dan sunyinya penuh tanda tanya.

Beberapa langkah kemudian, ketika mereka sudah masuk ke wilayah hutan tempat mereka biasa berburu, tampak oleh mereka jejak jejak kaki binatang buas yang besar.

"Ini seperti jejak beruang,"
kata sahabat pertama, "aku tak pernah berhadapan dengan beruang," tambahnya sambil menoleh ke kiri dan kanan.

Sahabat yang kedua terus berjalan dan tetap awas, suara dadanya terdengar berdegup.

"Tak apa.Aku bisa menghadapinya. Engkau nanti bisa lihat bagaimana cara menaklukkan beruang. Setidaknya, kita punya senjata yang bisa kita gunakan. Teruslah hati hati," demikian ucap sahabat kedua. Sahabat pertama hanya menyimak dan merasa yakin.

Beberapa saat setelah itu mereka melihat sesosok beruang dari kejauhan dan sedang hendak menyerang mereka. Sahabat pertama bersiap dengan senjatanya dan mengambil posisi sambil mencari perlindungan.

Namun, si sahabat pertama tak melihat sahabat kedua, yang ia lihat hanya senapan yang tergeletak, jatuh. Belum sempat ia bersiap, beruang tadi semakin dekat. Sahabat pertama langsung menjatuhkan tubuhnya di tanah. Diam dan sunyi. Ia pura pura mati, menahan nafasnya.

Beruang itu mendekati sahabat pertama, mengendus sekujur tubuhnya, dan agak lama di sekitar bagian kepala. Si sahabat pertama hanya berharap cemas, moga saja ia berhasil. Beruang tadi masih disitu sesaat lalu pergi meninggalkannya.

Masih dalam keadaan trauma dan dada bergetar, sahabat pertama melihat sahabat kedua baru turun dari pohon. Dengan tergopoh dan malu, ia menghampiri sahabat pertama.


"Apa yang dilakukan beruang itu padamu?" tanyanya.
Apa yang kau lihat?" sahabat pertama bertanya balik.
"Aku seperti melihat beruang itu berbisik kepadamu," jawabnya.
"Ya," kata sahabat pertama, "beruang itu menyampaikan sesuatu yang penting, bahwa seorang yang besar omong dan terlampau membanggakan diri tak bisa dipercaya sedikitpun," tambahnya menyindir.

Kedua sahabat tadi berlalu dari hutan dengan pengalaman masing masing.[]


*Diterjemahkan bebas dari kitab "Qiraah Rasyidah", ( judul: Al mudda'i) bacaan moral yang sering digunakan pada kurikulum dayah modern berdasarkan kurikukum Al Azhar Kairo.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.