16 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

Hikmah Syawal
Syawal, Bulan Silaturahmi

...

  • Helmi Abu Bakar El-Langkawi
  • 30 June 2017 19:00 WIB

Foto: ilustrasi. @republika
Foto: ilustrasi. @republika

Saat ini kita berada dalam bulan syawal yang merupakan hari kemenangan setelah melakukan ibadah puasa sebulan penuh saat Ramadan. Salah satu ibadah yang menjadi ciri khas dalam bulan Syawal adalah silaturahmi. Apabila kita bandingkan dengan bulan lain, di bulan Syawal inilah umat Islam paling banyak melakukan ibadah dalam bingkai silaturahmi.

Fenomena ini dapat dibuktikan salah satunya dengan adanya mudik atau pulang ke kampung halaman masing-masing untuk saling minta maaf dengan sesama saudara dan tetangga serta masyarakat pada umumnya. Terkadang tidak mudik, tetapi bersilturrahmi secara tidak langsung baik mengirim SMS, telepon, dan lainnya.

Sungguh Syawal menjadi bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan Allah karena umat Islam menguatkan ikatan silaturahmi di antara sesama. Banyak ayat Alquran dan hadis yang menganjurkan untuk bersilaturahmi. Dalam surah An-Nisa disebutkan, “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. (QS. An-Nisa: 1)

Hadis yang menganjurkan kita untuk bersilaturahmi, diantaranya, “Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia bersilaturahmi”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dilihat dari perspektif ilmu sosial, silaturahmi menjadi bagian dari network yang akan memperluas jaringan seseorang. Maka kata “dilapangkan rezeki” dalam hadis di atas dapat kita artikan dalam bidang ekonomi dan bisnis. Tidak dapat dipungkiri kekuatan jaringan akan sangat memengaruhi bisnis yang kita bangun. Ibaratnya jika kita berdagang, jika semakin banyak orang mengetahui maka kemungkinan dagangan kita semakin laku juga tinggi, begitupun sebaliknya.

Sebuah penelitian yang menyingkap hikmah dari sebuah kebiasaan silaturahmi juga pernah dilakukan di California. Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa antara tahun 1965–1974 ada dua orang ahli epidemi penyakit yang melakukan riset pada gaya hidup dan kesehatan penduduk Alameda County, California yang berjumlah 4.725 orang. Hasil menarik dari riset itu adalah bahwa mereka menemukan angka kematian tiga kali lebih tinggi pada orang yang eksklusif (tertutup) dibandingkan orang-orang yang rajin bersilaturahmi dan menjalin hubungan. Pada artikel tersebut juga disampaikan ada sebuah riset yang pernah dilakukan pada penduduk Seattle di tahun 1997. Riset tersebut menyimpulkan bahwa biaya kesehatan lebih rendah didapati pada keluarga yang suka bersilaturahmi dengan orang lain, dan konon keluarga yang seperti ini jauh lebih sehat dibandingkan keluarga-keluarga lain. MacArthur Foundation di AS mengeluarkan kesimpulan sejalan yang menyatakan bahwa manusia lanjut usia (manula) bisa bertahan hidup lebih lama itu karena mereka kerap bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat serta rajin hadir dalam pertemuan-pertemuan. (Momentum Syawal Bulan Silaturahmi, aitam-indonesia.or.id)

Ibadah Silaturahmi merupakan tanda-tanda seseorang beriman kepada Allah s.w.t., sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. Ia berkata, Rasulullah s.a.w., bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi”.

Sangat banyak hikmah yang dapat dipetik dari bersilaturahmi terutama di bulan Syawal ini.

Dipanjangkan Umurnya Dan Diluaskan Rizqinya

Ibadah silaturahmi terlebih untuk mereka yang suka mengunjungi sanak saudaranya serta menjalin silaturahmi, tentunya akan dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya. Hal ini sebagaimana hadis Rasullullah, “Barangsiapa yang senang diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi”.

Terhubung dengan Allah

Menyambung tali silaturahmi sama dengan menyambung hubungan dengan Allah, sebagaimana disebutkan hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah s.w.t., menciptakan makhluk, hingga apabila Dia selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata: ini adalah kedudukan orang yang berlindung dengan-Mu dari memutuskan. Dia berfirman: “Benar, apakah engkau ridha jika Aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuskan orang yang memutuskan engkau?” Ia menjawab: iya. Dia berfirman: “Itulah untukmu”.

Dijauhkan dari neraka

Di antara hikmah lain bersilaturahmi yaitu mendapat balasan berupa didekatkan dengan surga dan dijauhkan dari api neraka. Sebagaimana hadis ini, “Engkau menyembah Allah s.w.t., dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Marilah kita budayakan silaturahmi baik di bulan Syawal, juga bulan lainnya untuk meningkatkan ukhuwah dan persaudaraan. Momentum lebaran sebagai waktu yang sangat tepat untuk memasyarakatkan silaturahmi sesama khalifatur ardhi (khalifah di muka bumi) ini. Semoga![]

Editor: IRMANSYAH D GUCI


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.