15 October 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Tata Cara Tidur ala Rasulullah

...

  • portalsatu.com
  • 24 August 2019 12:00 WIB

Ilustrasi. Foto: istimewa/net
Ilustrasi. Foto: istimewa/net

<!--StartFragment-->Setiap manusia butuh tidur untuk mengistirahatkan diri dari berbagai kegiatan sehari-hari seperti bekerja dan belajar. <!--EndFragment-->

<!--StartFragment-->

Mengingat pentingnya aktivitas tidur, Rasulullah telah mengajarkan cara tidur yang benar untuk umatnya.

Seperti apa tuntunan tidur ala Rasullah, berikut ulasannya: Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib bahwa Rasulullah bersabda, “Jika ingin mendatangi pembaringanmu, maka berwudhulah dengan wudhu shalat, kemudian berbaringlah dengan menyamping ke bagian kanan," lalu bacalah doa yang artinya:

“Ya AIlah, aku berserah diri kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, kurebahkan punggungku kepada-Mu dengan penuh kecintaan dan ketakutan kepada-Mu, karena tidak ada tempat berlindung dan keselamatan dari Mu kecuali Engkau. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan aku beriman kepada Rasul-Mu yang telah Engkau utus.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Berbaring atau merebahkan diri di atas kasur bisa dengan posisi telungkup atau telentang, menghadap ke kiri atau ke kanan. Tetapi kira-kira apa posisi tidur paling ideal bagi fungsi-fungsi organ-organ tubuh?

<!--EndFragment--><!--StartFragment-->

Menurut Dr. Zhafir Al-Aththar, saat seorang tidur telungkup, beberapa saat kemudian ia akan merasa sesak napas karena dadanya sulit berkontraksi saat bernapas.

Posisi telungkup juga dapat menyebabkan pembengkokan tulang belakang leher. Selain itu, posisi ini juga dapat meletihkan jantung dan otak.

Dikutip dari buku pintar Sains dalam Al-Quran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah karya Dr. Nadiah Thayyarah, seorang peneliti asal Australia menemukan adanya peningkatan persentase kematian mendadak pada anak-anak yang terbiasa tidur telungkup. Bahkan jumlahnya mencapai tiga kali lipat dibanding anak-anak yang biasa tidur miring ke kiri atau ke kanan.

Sungguh merupakan mukjizat bila riset dan penelitian modern ini amat sesuai dengan anjuran dan larangan Rasulullah SAW. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah melihat seorang laki-laki tidur telungkup, maka sabda beliau, "Tidur semacam ini dibenci Allah dan Rasul-Nya." (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

<!--EndFragment--><!--StartFragment-->

Pada posisi telentang, langit-langit mulut dan anak lidah (tekak) menghalangi lubang-lubang nasofaring dan aliran pernapasan sehingga menimbulkan dengkur. Seseorang yang tidur seperti ini akan bangun dalam keadaan mulut dan lidah yang tertutup lapisan putih dan bau mulut yang tak sedap.

Posisi ini tidak cocok untuk tulang punggung karena dapat menyebabkan pembengkokan pada leher dan lumbar (tulang bawah punggung).

Tidur dengan menghadap kiri juga tidak baik, karena jantung saat itu berasa dibawah tekanan paru-paru bagian kiri. Hal ini akan memengaruhi fungsi jantung dan kinerja jantung terutama bagi para lanjut usia. Selain itu, pada posisi ini lambung yang terisi penuh juga akan menekan jantung dan hati.

Tidur menyamping ke kanan adalah posisi yang paling benar, karena paru-paru sebelah kiri lebih kecil dari yang kanan sehingga bebam jantung lebih ringan. Hati tetap kukuh pada tempatnya dan tidak bergelayut, sedangkan lambung tetap stabil diposisinya.

Posisi ini juga lebih cepat dalam mengosongkan makanan di lambung setelah dicerna. Tidur menyamping ke kanan adalah posisi tidur yang paling tepat dan dapat menghindarkan pelakunya dari ancaman berbagai penyakit.[]Sumber:okezone

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.