12 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


The Power of Syawal

...

  • portalsatu.com
  • 24 May 2020 16:00 WIB

Oleh Taufik Sentana*

Berfikir tentang the power of Syawal setidaknya kita menitikberatkan pada tiga aspek, yaitu 'id, fitri dan nafsu. Ini sebagai pendekatan reflektif saja, ketiga aspek tersebut sangat relevan dengan ibadah puasa dan ritus di Ramadan kemarin.

Kata "id", sering dikenal dengan makna kembali, atau tepat juga diartikan sebagai merayakan, mera'ikan, menyiarkan dan membesarka sesuai ketentuan. Sehingga secara kultural, 'id dibedakan dengan lebaran. Yang konon, lebaran berasal dari kata "lebar" (an), dimana di dalamnya kita saling melapangkan hati (memaafkan dst), dan ini identik dengan cita rasa sosial.

Sedang 'id, dengan makna "kembali" di dalamnya menunjukkan capaian ketaatan sepanjang Ramadan yang dirayakan dalam bentuk yang syar'i: bertakbir, saling memaafkan, berbagi dan silaturrahim sebagai wujud syukur.

Kaitan kata 'id, disandingkan pada fitri, yang berarti: suci, islam, murni dan awal kejadian serta kecenderungan untuk berbuat taat. Dalam poin inilah idealnya the power of Syawal mesti kita refleksikan. Yaitu dengan semangat menjaga kecenderungan baik dan sikap taat sebagaimana saat Ramadan.

Maka bukanlah 'id namanya, bila selepas Ramadan kita kembali abai akan waktu sahur, meninggalkan salat jamaah dan berbuat sekehendak hati tanpa "imsak" (menahan). Sehingga, untuk itu dianjurkan pula agar kita berlanjut dengan puasa enam di bulan Syawal dan menjaga amal ketaatan lainnya.

Adapun nafsu, ialah entitas kedirian kita yang sangat rentan, yang condong pada "ammarah"  bissu', dorongan destruktif (sering kita sempitkan menjadi marah saja). Sang nafsu juga bisa stagnan dan labil. Sedang maksud penciptaannya (setelah dibaur dalam ruh), si nafsu diharapkan sampai pada titik muthmainnah: tenang dan ridha dalam tunduk-taat penuh kemuliaan.

Maka the power of Syawal, yang berarti "peningkatan", hendaknya menimbang khusus amalan nafsunya apakah ia condong pada kerendahan atau ketinggian(ketaatan)? 

Bila kita bisa dengan tertib menakar beberapa aspek di atas tadi, maka syawal akan memberikan kesan yang kuat untuk terus melestarikan aktifitas ketakwaan diri (laallakum tattaqun) dalam skala personal dan sosial kita.[]

*Ikatan Dai Indonesia. Kab. Aceh Barat.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.