16 October 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia

Ramadhan Mubarak:
Zakat Fitrah

...

  • Helmi Abu Bakar El-Langkawi
  • 12 June 2018 22:30 WIB

Ilustrasi. @ist
Ilustrasi. @ist

Salah satu kewajiban kita di bulan Ramadhan mengeluarkan zakat fitrah. Nisab zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan untuk setiap jiwa (orang) pada malam Idul Fitri. 

Menurut pendapat ulama Syafiiyah, yang diserahkan untuk zakat ini adalah makanan pokok. Ketetapan yang digunakan oleh syara' adalah ukuran sukatan. Menurut syra', ukuran sukatan adalah 1 sha' yaitu 3,456 liter atau 1,728 bambu.

Apabila ukuran tersebut dibandingkan timbangan kilogram maka sangat bergantung kepada jenis makanan pokok yang wajib dikeluarkan, karena berat jenis antara satu benda dengan benda lainnya berbeda. Jika yang dikeluarkan beras, maka 2,7648 kg, karena 1 liter beras adalah 0,8 kg.

Masyarakat kita dalam prakteknya jumlah ini digenapkan menjadi 2,8 kg. Ini tentunya untuk kehati-hatian atau ihtiyad dan hal ini dianggap baik oleh para ulama.

Sementara itu dalam pandangan madzhab Hanafi, diperbolehkan mengeluarkan zakat fitrah dengan uang seharga ukuran itu, jika dianggap lebih bermanfaat bagi mustahik.

Mengenai kapan dan waktu mengeluarkan zakat fitrah adalah sejak awal bulan puasa Ramadhan hingga sebelum shalat Idul Fitri. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa mengeluarkan (zakat Fitrah) sebelum shalat (‘Idul Fitri), maka zakatnya sah. Barang siapa mengeluarkannya setelah shalat maka dianggap sedekah sunah. (HR. Ibnu Majah).

Pembagian zakat fitrah boleh dikeluarkan langsung kepada mustahik atau dibayarkan melalui amil zakat. Tentunya amil yang telah dilantik dan diresmikan pemerintah. Amil atau panitia zakat fitrah boleh membagikan zakat kepada mustahik setelah shalat Idul Fitri karena uzur syar'i. 

Apabila  terjadi perbedaan hari raya, maka panitia zakat fitrah yang berhari raya terlebih dahulu tidak boleh menerima zakat fitrah setelah mereka mengerjakan shalat ‘Idul Fitri.

Panitia zakat fitrah hendaknya mendoakan kepada orang yang membayar zakat agar ibadahnya selama Ramadhan diterima dan mendapat pahala.

Doa menunaikan zakat fitrah, "Allahumma j'alhaa maghnaman, walaa taj'alhaa maghraman". (Ya Allah jadikanlah ia sebagai simpanan yang menguntungkan dan jangan jadikanlah ia pemberian yang merugikan)". 

Doa menerima zakat fitrah yang dianjurkan, "Aajarak-llahuma fiima a'thaita, wa baraaka laka fiimaa abqaita, waj'alhu laka thahuuraa (Semoga Allah memberi pahala atas apa yang telah kau berikan, menjadikannya penyuci (jiwa dan harta) untukmu, dan melimpahkan berkah terhadap harta yang tersisa)".[]

Editor: portalsatu.com


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.