18 December 2018

Kabar Aceh Untuk Dunia


4 Desember 2018 Cuma Mengenang Sejarah Luka

...

  • portalsatu.com
  • 03 December 2018 10:30 WIB

Gumarni
Gumarni

Tulisan ini merupakan gambaran arti damai untuk kombantan GAM dan masyarakat Aceh umumnya. 

Mati adalah kepastian, sedangkan hidup harapan sukses umat manusia. Begitu juga sejarah adalah kenangan yang perlu dihayati, sedangkan sukses perlu kerja keras sesuai irama alam di lingkungan keberadaan kita. 

Sejarah konflik Aceh antara GAM dan RI telah mengajarkan kita begitu pahitnya kesengsaraan yang dirasakan kombantan GAM serta masyarakat Aceh umumnya waktu itu. Tapi kenyataan apa sebaliknya yang dirasakan mantan GAM dan masyarakat Aceh umumnya? 

Damai Aceh cuma untuk segelintir kombantan GAM jika dilihat dari segi anggaran daerah setelah damai. Apa tugas utama eksekutif dan legislatif yang bahkan banyak dari mantan kombantan GAM? Apakah cukup dengan membuat kegiatan syukuran yang besar dan mengundang tamu-tamu yang tidak berkaitan dengan sejarah damai? Menurut saya adalah sebuah hal yang salah. Seharusnya memperingati hari damai mengajak semua kalangan yang terlibat damai untuk saling berpikir kesuksesan rakyat Aceh agar mereka tidak lagi kecewa dan berkonflik lagi. 

Kemanakah dana Otsus? Setiap tahun mengalir lebih besar tetapi kenyataan masyarakat Aceh dan mantan kombantan GAM masih selalu dalam kemiskinan. Miskin harta, pekerjaan, bimbingan, serta miskin ideologi kenegaraan. Seperti pembiaran oleh segelintir kalangan demi merebut rupiah setelah damai. Seharusnya damai Aceh untuk saling memperbaiki, bukan saling menyalahkan antara kedua belah pihak. Kemanakah tanggung jawab eksekutif dan legislatif yang menerima gaji besar dari negara, jika dibandingkan dengan gaji seorang guru honorer di pedesaan. 

Wahai saudara kami mantan kombantan GAM, besok memperingati sejarah Gerakan Aceh Mardeka (GAM). Lihatlah wajahmu di cermin dan tunjuklah telunjuk jarimu pada cermin. Katakan untuk apa wajahmu yang gagah perkasa jika teman-temanmu masih hidup sengsara di pedesaan. Anda telah banyak merasakan nikmat damai tapi saudaramu di pedesaan masih menjerit kesakitan. Dulu saudara berkata: 'kita adalah seuneusap seuadoe a (satu keluarga)'. Tapi perjanjian damai telah mencapai puluhan tahun, apa yang telah saudara perbuatkan untuk mereka yang masih tertinggal jauh dengan saudara. Apakah saudara tidak merasakan pahitnya dahulu bersama mareka, sekarang teganya membiarkan teman-temanmu menderita dalam kemiskinan dan hinaan orang-orang yang dulu engkau suruh bermusuhan?

Jangan sampai saudara ciptakan 4 Desember 2018 merupakan hari mengenang duka. Seharusnya 4 Desember menjadi momentum hari silaturahmi antara sesama tokoh GAM bagaimana membicarakan kesuksesan ekonomi untuk mantan kombantan GAM dan masyarakat Aceh umumnya.[]

Penulis: Gumarni,S.H.,M.Si., mantan kombantan GAM Wilayah Pase dan aktivis di LSM Lembaga Penberdayaan Masyarakat Aceh (LPMA).

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.