09 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia

Opini
42 T, Bumerang Nova? 

...

  • MUDIN PASE
  • 11 March 2020 10:00 WIB

Foto: Biro Humas Setda Aceh
Foto: Biro Humas Setda Aceh

Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah berangkat ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), 7 hingga 10 Maret 2020. Menindaklanjuti pertemuan Presiden Jokowi dengan penguasa negara teluk. Semoga saja kunjungan ini benar-benar membawa hasil. Karena memang investasi syarat wajib majunya ekonomi dimanapun. 

Ada komitmen rencana investasi Rp42 T di Aceh. Jika ini benar terwujud sungguh luar biasa. Ini akan mengalahkan nilai investasi Mobil Oil Indonesia Inc di ladang gas Arun.

Namun, sikap netizen terbelah. Banyak yang tak percaya realisasinya. Pasalnya, semua Gubernur Aceh selalu punya bualan investasi. Hasilnya "lage ta meukat eh lam ujuen". Biaya habis hasil nol besar.

Tentu kali ini ada faktor pembeda. Yaitu rencana investasi diumumkan kepala negara. Maknanya, Plt. Gubernur Nova hanya menindaklanjuti keinginan presiden. Jika gagal maka dalam kasus 42 T dia tidak mutlak salah.

Ini berbeda dengan gubernur sebelumnya. Mencari investasi dengan inisiatif Pemerintah Aceh. Sejak Irwandi, Zaini, Irwandi dan Nova, aktor utamanya adalah Iskandar. Beliau mantan Kepala Bappeda, eks-Kepala BKPM-nya Aceh. Dan seabrek jabatan lain.

Soal realisasi 42 T, saya berharap terjadi. Walaupun yang terekspose saat ini terkesan tidak realistis. Akan tetapi, jangan lupa UEA dengan Dubainya, berhasil menaklukkan Paris sebagai pusat gaya hidup. Ini contoh penaklukan kemustahilan. Atau Qatar adalah kisah penaklukan kemustahilan. Dari negara miskin yang kecil menjadi negara terkaya di dunia. Bisa jadi mereka ingin kembali menciptakan keajaiban baru. Dan kini mereka memilih Aceh.

Soal pesimis, masih ingat kunjungan Raja Salman? Pada Maret 2017 lalu. Janji Investasi besar. Sepertinya sampai kini tak berwujud. Padahal, jelas sekali programnya. Semisal pembangunan kilang penyulingan minyak.

Konon lagi investasi UEA kali ini. Belum disampaikan secara detail rencana bisnisnya. Tentu kita berharap mereka benar mau membangun keajaiban baru di sini.

Peringatan saya ke Pak Nova dan pendukungnya, jangan gebyah-uyah. Sebab, rakyat kapok disuapi mimpi kosong. Jadi, jika ini momen pencitraan, kalau sampai habis masa jabatan tidak terealisasi, maka puisi tak mampu menyelamatkan citra Anda.

Rencana investasi besar itu tak perlu gembar-gembor sekali. Pasalnya, yang namanya investasi besar, perlu jelas rencana bisnisnya. Perlu jelas seluruh perangkat pendukung awal. Dalam kasus 42 T terlihat semua masih samar. Jadi, belajar dari pengalaman banyak pemimpin Aceh di masa lalu. Rakyat kapok disuguhi angin surga. Buahnya malah berbalik menjadi negatif. Publik menyerang pemerintah. Makanya pemerintah tak boleh lebih bodoh dari kisah keledai. Sebodoh-bodohnya keledai tak pernah jatuh di lubang sama. Makanya calon investasi 42 T, jangan dicitrakan berlebihan. Itu kontraproduktif.

Hal pokok yg perlu dilakukan Plt. Gubernur Aceh adalah membuat anggaran efektif. Agar anggaran besar ini bermanfaat. Soal investor sekadar "poding boh manok weng".

Jika APBA efektif menyejahterakan rakyat, mampu menjangkau tepat sasaran, tanpa pencitraan 42 T publik akan memuji Nova.

Untuk hal itu Nova tak butuh buzzer. Apalagi para penjilat. Seharusnya para pembantunya, mereka yang membersihkan jalan bagi Nova. Bukan orang yang menutup matanya dengan pujian semu. Dan mereka yang hari ini bersamanya sedikit akan berkontribusi bagi suksesnya kepemimpinan Nova. Kebanyakam dari mereka terkesan pemburu gaji dan legalitas jabatan. Seharusnya Nova sadar ini. Agar pemerintahnya berusia 2,5 tahun lagi happy ending. Dan dimungkinkan beliau terpilih lagi.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.