23 October 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Aceh Hebat Tanpa Kemiskinan (Bisakah?)

...

  • portalsatu.com
  • 07 July 2019 20:30 WIB


Taufik Sentana
Peminat Kajian Sosial-Budaya. Menetap di Aceh Barat.


Membaca berita koran lokal tentang maraknya kasus rentenir ala Bank 47, di belahan timur Aceh, membuat hati perih. Rasa yang muncul dari selemahnya kemampuan di tengah ketidakberdayaan diri sendiri untuk berbuat lebih. Setidaknya rasa perih itu bisa mengobati rasa bersalah.
Menurut yang penulis telusuri tidak disebutkan untuk keperluan apa pinjaman itu diberikan. Tapi bila ditilik dari jumlah minimumnya, dari satu juta-an, dapat kita asumsikan, pinjaman itu digunakan untuk sehari-hari atau untuk sekadar memenuhi keinginan tertentu yang tidak direncanakan. Poin yang kedua ini, disebabkan karena "tersedianya" moda pinjaman mudah berbasis bunga/riba. Ditambah lagi karena minimnya kesadaran masyarakat akan dampak hutang berbunga tersebut.

Bila kita anggap motif kasus rentenir ini adalah karena kemiskinan, kurangnya akses pemberdayaan SDM dan lapangan pekerjaan, maka sudah barang tentu, pemerintah dan pemangku kebijakan publik tidak cukup hanya menyerukan agar meninggalkan perilaku tersebut tanpa menginisiasi satu program jangka panjang yang dikelola dengan niat dan cara yang baik, maka kasus hutang ribawi yang mencekik masyarakat ini tak akan hilang.

Sebab, bisa saja kasus di belahan timur Aceh itu hanya satu bagian dari bagaimana masih masifnya perilaku ribawi/rentenir di tengah masyarakat kita. 

Sedangkan dari kasus utang ini tidak hanya faktor kemisnan saja agaknya, faktor hedonis dan gaya hidup yang tak terkendali, ini dapat dilihat bagaimana tergantungnya Pegawai Negeri terhadap pinjaman bank, padahal walaupun "resmi", pinjaman itu tetap lebih menguntungkan pihak peminjam dengan margin yang bervariasi, bahkan ketika telah "berlabel" syariah.

Agaknya untuk menuju Aceh Hebat, indikasi kemiskinan ini mesti dapat dientaskan secara lengkap, terutama aspek kemiskinan mental dan kemiskinan akses pemberdayaan diri (skill) serta akses pembinaan/permodalan yang murni untuk menopang Sumber Daya Masyarakat.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.