21 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Beberapa Catatan tentang Memilih Sekolah untuk Anak

...

  • PORTALSATU
  • 26 January 2019 10:00 WIB

Ilustrasi. Foto taukmontauk.com
Ilustrasi. Foto taukmontauk.com

Oleh Taufik Sentana*

Januari ini, bahkan sejak Desember lalu, sudah banyak sekolah yang membuka pendaftaran bagi calon peserta didik baru. Meski secara resmi biasanya dimulai pada Mei hingga Juli. Biasanya sekolah dituju adalah sekolah di pusat kota provinsi atau di kota lain dengan beragam motif dari orangtua. Dari motif program, latihan kemandirian, sistem pendidikan atau sekadar gengsi.

Berikut ini penulis sampaikan beberapa catatan seputar memilih sekolah dan peran orangtua di dalamnya.

Pertama, mempertimbangkan kesiapan belajar anak. Yaitu dengan mengenal betul kecenderungan belajar anak dan motivasinya. Hal ini dapat ditilik dari capaian akademik dan lainnya. Beberapa kasus menunjukkan bahwa ada trik manipulasi rapor (saat belum online).  Ini tentu bukan awal yang baik bagi usaha belajar si anak.

Kedua, hampir sama dengan poin pertama, di sini lebih menekankan pada aspek minat dan bakat anak secara khusus, utama bagi yang akan lanjut ke SMA/MA. Hal ini diperlukan bila orangtua memandang bahwa pendidikan di antaranya berfungsi memaksimalkan potensi anak, bukan semata pertimbangan "vocation", kerja di hari depan.

Ketiga, memurnikan niat. Yaitu dengan menimbang kembali maksud paling dasar dalam memilih sekolah. Bila mesti memilih sekolah yang murni berbasis sains, maka baiknya ada gambaran bahwa sains yang dipelajari si anak akan berguna juga bagi sikap takarubnya kepada Allah. Apalagi tatkala telah memilih sekolah yang berbasis agama murni, seperti dayah dan sekolah tahfiz, tentu lebih dalam lagi niat yang dibutuhkan agar kegiatan belajar nantinya benar-benar membekas dalam kehidupan si anak.

Keempat, menyadari bahwa tidak ada sekolah yang sempurna. Beberapa sekolah hanya berupaya untuk bisa "sesempurna" mungkin, dengan lebel akreditasi A+, misalnya. Atau dengan serangkaian program sistematis tertentu, selebihnya tetap membutuhkan dukungan orangtua dalam hal peningkatan dan penguatan belajar si anak.

Kelima, rekam jejak sekolah. Walau ini bukan jaminan, tapi pengalaman sekolah dalam mengembangkan tradisi belajar dan usaha peningkatan mutu peserta didik, sangat berdampak dalam pengalaman belajar si anak ke depan. Misal, mudah dalam akses ke sekolah tinggi selanjutnya, karena link yang luas, mutu program sudah relatif teruji dan kiprah para lulusannya di masyarakat luas.

Demikian beberapa catatan penulis tentang memilih sekolah bagi anak-anak kita. Moga usaha kita menjadi bagian dari perbaikan umat dan peradaban manusia.[]

*Taufik Sentana

Praktisi pendidikan Islam. Berkhidmat sejak 1996.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.