17 January 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Delapan Peta Dasar Kecerdasan Siswa

...

  • PORTALSATU
  • 14 January 2019 13:20 WIB

Ilustrasi. Foto: kompascom
Ilustrasi. Foto: kompascom

Oleh Taufik Sentana*

Lebih dari 150 tahun lamanya dunia pendidikan modern mereduksi makna cerdas. Hal itu bermula, setidaknya ketika banyak pakar Eropa yang memopulerkan tes IQ dengan basis matematik-logik. Sehingga banyak anak dan siswa merasa cukup bodoh karena tak memiliiki kemampuan matematika yang mantap. Parahnya, orangtua mereka juga memandang dengan pandangan yang sama pula, berorientasi pada angka, peringkat dan cara berpikir yang linear.

Di antara pakar kognitif modern yang mengenalkan cara baru memetakan dan mengembangkan potensi cerdas siswa adalah Howard Gardner. Ia mengusulkan setidaknya delapan indikasi cerdas (belakangan ia tambahkan satu cerdas lagi, cerdas eksistensial/sikap spiritual). Namun dalam pandangan Hasan Langgalung (pakar Pendidikan Islam), kaum Muslim bisa memetakan kecerdasan itu berdasarkan energi potensi 99 Asmaul Husna (kita bahas nanti), agar setiap Muslim tidak merasa inferior dengan temuan ala Barat.

Pada kesempatan ini, potensi cerdas yang ditawarkan Howard Gardner tadi dapat diingat dengan akronim SLIM N BIL (istilah ini penulis kenal dari Hernowo, Mizan), yaitu:

Pertama, Spasial. Kemampuan khusus siswa dalam bidang ruang, gambar dan abstaksi visual. Kedua, Logika. Kemampuas khusus siswa dalam bidang angka, hitungan dan takaran atau sejenisnya dan mudah dalam memahami bahasa angka-angka secara tak konkret. Ketiga, Interpersonal. Kemampuan siswa dalam memahami orang lain, kemampuan berkelompok dan memimpin. Keempat, Musik. Yaitu kemampuan dasar siswa dalam merangkai nada, ritme dan suara. 

Adapun peta kelima adalah Cerdas Natural. Yaitu potensi dasar siswa yang berkenaan tentang lingkungan hidup sekitar, bersifat naturalis, menyukai kompleksitas struktur manusia,  tumbuhan, binatang dan alam lainnya. Keenam, Body. Yaitu cerdas fisik dan jasmani, mengarah pada kemampuan fisik seperti, menari, olah raga, kekuatan otot, merangkai dan sejenisnya berbasis fisik. Ketujuh, Intrapersonal. Yaitu, potensi cerdas siswa yang berbasis pada kemampuan melihat diri sendiri, bersikap mandiri, merenung dan jarang terlibat dalam kelompok secara intens. Kedelapan, Linguistik. Yaitu dasar kemampuan siswa yang mengarah pada penguasaan bahasa, bicara dan tulisan.

Nah, dari delapan peta dasar di atas, menurut Gardner, seorang anak atau siswa, bisa menguasai sedikitnya tiga kecerdasan yang urgen untuk dioptimalkan. Kabar baik lainnya, kita juga bisa melatih kecerdasan tersebut di samping tetap menilik keberbakatan khusus yang Allah Anugerahkan.[]

*Taufik Sentana, Praktisi Pendidikan Islam. Konsultan Pembelajaran untuk Program Bimbingan Prestasi Siswa.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.