20 January 2021

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ekonomi Kita Terkena Depresi?

...

  • portalsatu.com
  • 24 September 2020 12:00 WIB

Oleh: Taufik Sentana*

Beberapa media telah merilis perihal ini. Ekonomi kita berpeluang depresi. Akan ada resesi, penurunan daya beli, penurunan pendapatan dan peluang utang negara yang minim. Sebelumnya juga sudah ditengarai bahwa tingkat tekanan ekonomi ini akan terus memuncak dan menjadi problem sosial. Untuk jangka panjang, akan ada masalah pangan yang serius skala global.

Beberapa pengamat menganggap bahwa kita masih bisa berpeluang bangkit, utama dari sisi pertanian (juga perikanan), industri kreatif skala kecil dan masih banyak juga yang memiliki tabungan yang bisa diinvestasi, tapi kondisi sedang sempit.

Inilah gambar besar pandangan bernegara kita, bahwa ekonomi merupakan faktor dominan dalam strategi pembangunan. Bahkan tingkat kemajuan ekonomi, diantaranya diukur dengan daya beli (bukan daya hemat dan daya produksi).

Dari sini kita belajar bahwa, situasi pandemi covid 19 telah merubah skema berfikir dan pola pembangunan kita selanjutnya.Banyak sekali rencana dan anggaran yang tertunda dan dialihkan untuk penanganan pandemi dan jalur ekonomi/konsumsi: makanya ada bantuan tunai dan insentif lainnya.

Kini, kita di ambang depresi ekonomi, mungkin rakyat umum tidak begitu kentara melihatnya sekarang, tapi tinjauan negara telah mengarah ke sana. Kita perlu nutrisi plus dalam menyikapi masa depresi ini. Secara teknis, pakar mengandalkan vaksinisasi agar masyarakat dapat kembali mobile, bekerja bebas. Namun setelah dihitung, dengan 10 juta vaksin perbulan (bertahap sesuai prioritas) sejak November nanti, dalam setahun hanya 50% penduduk kita yang tervaksin, itupun masih mungkin ada kegagalan dalam hasil vaksinasi tersebut.

Umumnya kita selalu abai dalam menilai sisi spiritual dalam urusan sebesar ekonomi dan kesehatan. Kita terbiasa dengan kompetensi akal kita dan kalkusi asumsi kita yang lemah. Mungkin juga sengaja mengabaikan "peran Tuhan" dalam menyelesaikan urusan kita. Walau secara sepihak,ini dianggap wilayahnya para ulama dan kiyai, tapi kita adalah juga makhluk spiritual selain makhluk ekonomi dan makhluk sosial. 

Sehingga kita hendaknya mempertimbangkan latar belakang ekonomi kita misalnya, yang berbasis riba dan bergantung pada pasar modal.Atau kembali melihat sistem kapital dalam ekonomi kita yang dianggap menggerakkan kehidupan, padahal nyatanya, ekonomi menengahlah yang menjadi sendi kekuatan ekonomi sosial kita.

Artinya, depresi ekonomi ini tidak bisa kita hadapi secara akal-ekonomi semata. Mesti terhubung dengan sikap spiritual masyarakat, sinergi bersama, kepercayaan dan diselesaikan secara bertahap dan menyeluruh.[]

*Peminat kajian sosial

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2021 All Rights Reserved.