18 December 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Ho Chi Minh, Pusat Perdagangan yang Bangkit setelah Perang Vietnam

...

  • PORTALSATU
  • 11 December 2016 08:40 WIB

dr. Aidil Fitria @ist
dr. Aidil Fitria @ist

Oleh: dr. Aidil Fitria

INI merupakan kali kedua saya mengunjungi Republik Sosialis Vietnam. Tahun 2015 lalu saya menyempatkan diri ke Hanoi, ibu kota  Vietnam, kali ini saya mengunjungi kota terbesar di Vietnam, yaitu Ho Chi Minh.

Perjalanan saya kali ini juga ditemani rekan-rekan KNPI Aceh Besar. Selain Vietnam kami juga mengunjungi beberapa negara anggota ASEAN lainnya untuk bersilaturrahmi, menjalin kerjasama dan berdialog dengan organisasi kepemudaan di negara setempat.

Vietnam merupakan destinasi wisata yang paling menarik. Sejarah perang vietnam yang panjang menjadi magnet bagi para wisatawan berkunjung ke sana untuk melihat secara langsung bukti sejarah yang masih terjaga keasliannya, seperti terowongan Cu Chi yang panjangnya mencapai 250 km, War Remnant Museum, dan lain sebagainya.

Secara administrasi, Vietnam dibagi menjadi 2 bagian, yaitu Vietnam Utara dan Vietnam selatan. 

Di Vietnam Utara terdapat Kota Hanoi sedangkan di Vietnam selatan terdapat Kota Ho Chi Minh sebagai pusat dagang terbesar di Vietnam.

Ada satu perbedaan yang sangat mendasar antara keduanya. Vietnam Utara yang merupakan pusat pemerintahan, penduduknya banyak bekerja di pemerintahan sebagai abdi negara. Sebagian besar mereka sangat 'PNS minded'. Sedangkan di Vietnam Selatan masyarakatnya mempunyai jiwa enterpreuneur yang sangat kuat. Pemerintah setempat membangun semangat berwirausaha bagi setiap warganya. Sehingga sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai pedagang.

Semangat dagang warga Ho Chi Minh ini bukan hanya dilakoni oleh kaum pria, tetapi kaum wanita juga mempunyai produktivitas yang sangat tinggi. Setiap wanita di sana setelah selesai sekolah atau kuliah, mereka tidak berpikir untuk menjadi ibu rumah tangga saja, tetapi mereka juga bekerja.

Hal ini nampak jelas ketika saya menelusuri jalanan di pusat kota, saya menjumpai banyak kaum wanita baik yang masih muda atau pun sudah dewasa berjualan aneka barang. Baik membuka lapak di pinggir jalan atau pun berkeliling dalam menjajakan barang dagangannya. Dengan semangat dagang yang luar biasa tertanam di dalam diri setiap penduduknya, tidak heran jika saat ini Ho Chi Minh menjadi pusat perdagangan paling penting di Vietnam.

Menurut salah seorang tokoh yang kami temui di sana, Bapak Jean Anes, Konjen RI untuk Kota Ho Chi Minh, indikator kemajuan tersebut terlihat dari pertumbuhan ekonomi di Ho Chi Minh mencapai 6,4% di tahun 2016 ini. Menurut beliau, 30 tahun yang lalu orang Vietnam belajar pertanian dari Indonesia, dan sekarang Vietnam surplus beras mencapai 6-7 juta Ton per tahun, dan sekarang Indonesia malah mengimpor beras dari Vietnam.

Selain itu, pembangunan infrastruktur di Ho Chi Minh juga sangat pesat. Banyak investor melakukan investasi di sana. Negara paling dominan melakukan investasi adalah China, disusul Amerika dan Jepang di urutan ketiga. Derasnya arus investor asing ini juga tidak terlepas dari birokrasi yang mudah. Para investor cukup berurusan dengan pemerintah provinsi setempat ketika ingin melakukan investasi. Semuanya terbuka dan tidak ada para spekulan atau pihak yang mencari keuntungan pribadi dari proses tersebut. 

Vietnam secara umum memang belum lebih baik dari Indonesia, tetapi dengan pertumbuhan ekonomi yang konsisten saat ini dan ditunjang oleh semangat berwirausaha masyarakatnya yang terus meningkat, diperkirakan dalam waktu 6-7 tahun mendatang Vietnam akan lebih maju dari Indonesia. 

Semoga tulisan yang singkat ini bisa menumbuhkan semangat enterpreuneur bagi generasi muda di Aceh. Setelah menamatkan pendidikan formal atau informal, sudah selayaknya kita terjun ke dunia wirausaha atau berdagang. Hal ini juga sangat sesuai dengan sabda Baginda Rasulullah SAW bahwa 9 dari 10 pintu rizki ada di perniagaan atau berdagang.[]

*Penulis adalah Kepala Puskesmas Indrapuri, Aceh Besar dan Pengurus KNPI Aceh Besar

Editor: IHAN NURDIN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.