20 August 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kaum Dhuafa yang Prioritas untuk Dibantu

...

  • portalsatu.com
  • 19 May 2019 09:00 WIB

ilustrasi. Foto: ANTARA
ilustrasi. Foto: ANTARA

Bulan Ramadhan ini menjadi bulan rezeki bagi fakir miskin, anak yatim dan semua kaum dhuafa. Sebab bulan ini banyak orang yang mendermakan hartanya, baik berupa zakat, infaq sedekah maupun wakaf dan hadiah. Motivasinya bisa karena pahala yang berlimpah atau karena mengharapkan ganjaran berupa rezeki yang banyak dan barakah.

Semua sah-sah saja, sebab banyak teks ayat dan hadits yang menyebutkan keutamaannya. Hanya saja, ada baiknya agar memperhatikan siapa penerima dari derma tersebut agar tepat sasaran dan bermanfaat. Sebagai contoh fakir miskin, banyak yang masuk katagori ini namun jika ingin ditelisik lebih dalam, ada fakir miskin yang lebih utama untuk dibantu.

Siapa mereka? Dalam Al Quran disebutkan sebagai berikut:

"(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui".
(QS. Al Baqarah: 273)

Dari ayat ini dapat kita kenali sifat-sifatnya sebagai berikut:
Pertama, Fakir miskin yang berjuang di jalan Allah. Jika dulu mereka identik dengan pasukan perang kaum muslimin, maka kini mereka adalah guru ngaji, marbot masjid termasuk imam/muadzin, para muballigh, pelajar dan mahasiswa Islam.

Kedua, mereka tidak sempat bekerja dan berusaha. Hal ini disebabkan waktu mereka sudah diwakafkan di jalan Allah untuk melayani ummat. Maka wajar jika kebutuhan mereka ditopang oleh ummat.

Ketiga, mereka terlihat mandiri dan tidak pernah meminta-minta. Walau mereka kekurangan, namun mereka menjaga marwahnya di mata ummat, mereka berusaha terlihat mampu bukan untuk pamer tetapi ingin menjadi teladan ummat, misal ikut berinfaq untuk kegiatan masjid dan sebagainya. 

Keempat, kalaupun mereka terpaksa meminta, mereka tidak mendesak orang lain agar segera membantunya. Mereka punya rasa malu yang tinggi di hadapan manusia.

Kiranya kitalah yang harus memahami mereka. Apalagi kita tahu betul jika mereka tidak punya pekerjaan tetap, bantulah mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Mereka juga punya keluarga yang harus dinafkahi sama seperti kita. Baitul Maal/Kas Masjid bisa mengalokasikan anggaran untuk mereka.

Inilah katagori fakir miskin yang lebih utama menerima zakat, infaq sedekah, wakaf dan hadiah, karena jumlah mereka tidak banyak, dahulukan mereka lalu kaum dhuafa yang lainnya. Jika di bulan ini Allah beri keluasan rezeki, jangan lupakan mereka, insya Allah lebih manfaat dan mendatangkan barakah yang lebih banyak.

Wallahu A'lam.[]

Oleh Wahyu Muttawang
Praktisi ziswaf

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.