12 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Kreativitas dan Pandemi Covid 19

...

  • portalsatu.com
  • 26 May 2020 12:00 WIB

@CNN
@CNN

Oleh Taufik Sentana*

Pandemi Covid 19 telah membawa dimensi baru dalam cara pandang kita terhadap diri sendiri dan lingkungan. Setidaknya ia menunjukkan betapa masih terbatasnya (dan memang terbatas) kemampuan yang selama ini kita banggakan. 

Sangat besar "harga" yang mesti dibayar dengan peristiwa Covid 19, tidak hanya secara individu, tapi juga secara sosial bahkan hubungan internasional. Semua berimbas pada skala politik, ekonomi, kultural dan spiritual. Kita tidak mengulas berapa banyak korban jiwa dan "depressi massa" akibat musibah besar Corona. Kita juga tidak mengulas indikasi rekayasa dan konspirasi atau motif motif lainnya.

Kita bisa memandangnya dari aspek realisasi kreativitas. Ini tidak hanya saat merebaknya kasus Corona, tapi juga setelah fase sesudahnya (dengan sebutan New Normal). Karena kreativitas merupakan bagian  sejati (asli) dalam diri manusia atas anugerah akal dan rasa yang diberikan Allah.

Pada sudut ini, kreativitas tidak hanya bersinggungan pada  industri skala besar dan teknologi tinggi, seperti penemuan baru tentang vaksin dan metodologi sains. Kreativitas bisa berkembang dalam fase Covid 19 ini berdasarkan pengalaman individu dan lembaga, utamanya lembaga keluarga, sekolah dan pemerintah.

Untuk tahapan kreativitas di level individu, bisa berkembang atas dasar cara penyelesaian masalah, solusi dan pendekatan baru dengan bekal pengalaman si individu untuk mengembangkan dirinya dan tidak berpangku tangan (dengan "hanya" di rumah). Sehingga ia dapat menemukan peluang baru yang positif dalam bentuk apapun, baik abstrak/gagasan, benda (soft/hard) dan rangkaian teknologi dasar untuk keperluan hari hari ataupun jangka panjang.

Dalam bagian ini, sebagian pakar memprediksi setidaknya dalam dua tahun ke depan, akan banyak sekali lompatan kreativitas dan perubahan cara pandang orang terhadap kompetensi diri, profesi dan bahkan keuangan. Misal, dalam dua tahun ini (masa adaptasi new normal), sebaiknya mereka yang dalam usia produktif agar kembali belajar tentang keterampilan baru, seperti desain, keterampilan komputer-internet, pengembangan jasa alternatif dan sebagainya. 

 Sedangkan secara finansial, yang paling praktis adalah dengan menghemat dan hanya menggunakan dana untuk keperluan terpenting, bukan membeli tas atau jas. 

Adapun pengembangan kreativitas dari sudut lembaga sekolah dan pemerintah, agaknya lebih prosedural dengan mempertimbangkan kondisi setempat. Dengan maksud agar lembaga tadi menemukan pola pola baru dan pendekatan baru dalam melayani publik dan memberdayakan masyarakat agar bersinergi dalam kebaikan dan memperbaiki keadaan, sehingga lebih nyaman, ramah, efektif dan beradab.[]

*Praktisi Studi Kreativitas. Melayani Program Pengembangan SDM.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.