18 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Lima Jejak Ramadhan

...

  • portalsatu.com
  • 07 June 2019 09:00 WIB

@Shutterstock
@Shutterstock

 

Layaknya segala sesuatu yang telah berlalu, selalu ada jejak yang ditinggalkan. Demikian halnya Ramadhan, walaupun telah usai, setidaknya masih ada jejaknya yg tertinggal dalam diri kita. Ada beberapa jejak Ramadhan yg dapat kita telusuri di antaranya:

Pertama, semangat dalam ibadah. Kita sepakat bahwa Ramadhan ini mampu meningkatkan semangat ibadah secara siginifikan, baik yang wajib maupun yang sunnah. 

Kedua, menjaga diri dari maksiat. Puasa telah melatih kita mengendalikan hawa nafsu, secara otomatis kita berusaha menghindari dosa dan maksiat. Untuk yang halal saja mampu ditinggalkan apalagi yang haram.

Ketiga, meramaikan masjid dengan shalat berjamaah. Hampir lima waktu shalat, masjid dan meunasah selalu penuh sepanjang Ramadhan. Selain shalat wajib, tarawih dan i'tikaf pun tak kalah ramainya.

Keempat, semangat membaca Al Quran. Sama halnya dengan shalat jamaah, membaca Al Quran selama berpuasa juga sudah menjadi aktifitas yg seakan wajib mendampingi ibadah puasa bahkan tidak sedikit yang bisa khatam berkali kali.

Kelima, berlomba dalam infaq dan membantu sesama. Selain zakat yang memang wajib ditunaikan, infaq dalam berbagai bentuknya pun terkumpul dalam jumlah besar. Mulai dari menyediakan makanan buka puasa, menyantuni anak yatim, mengisi kencleng masjid, hingga donasi dunia Islam untuk Palestina.

Kesemuanya ini adalah jejak Ramadhan yang telah kita jalani. Pertanyaanya sekarang di saat sudah berhari raya, jejak manakah yang masih tersisa? Adakah semangat ibadah kita msh seperti ketika Ramadhan? Bagaimana masjid kita hari ini? Berapa halaman Al Quran yang mampu kita baca hari ini? Masih adakah kencleng masjid terisi lima waktu? 

Jika ingin Ramadhan ini membekas dan meninggalkan jejak dalam diri kita, maka melanjutkan kebiasaan-kebiasaan baik ini menjadi mutlak dilakukan sebagai tanda bahwa taqwa telah bersemi di dalam jiwa. 

Wallahu a'lam.[]

Penulis: Wahyu Mattawang
Pegiat Dakwah dan Filantrofi.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.