19 October 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia

Opini
Mahu Martabat Aceh Kembali? Tinggalkan Riba, Syubhat, dan Haram

...

  • THAYEB LOH ANGEN
  • 08 October 2019 10:00 WIB

Dengan nama Allah Tuhan seru sekalian alam. Aceh telah melewati berbagai cubaan, dari perang ke perang, bahkan bencana alam dahsyat, tsunami.

Kita telah berusaha melepaskan diri dari kendali pihak yang tidak sama dengan kita. Kita telah berusaha keras untuk itu, dengan cara bermusyawarah, membujuk pihak pihak yang dianggap perlu, bahkan berperang, tetapi Aceh belum juga kembali martabatnya.

Masa terbaru, kita telah diizinkan menerapkan hukum Islam, otonomi khusus, dan sebagainya. Namun, itu belum jua membawa rakyat sejahtera dan agama berjaya kembali. Sementara penduduk Aceh hampir 100 persen muslim dan tanah Aceh kaya.

Ada baiknya kita introspeksi diri, melihat beberapa kesalahan yang menyebabkan belum makmur dan bermartabat walaupun sudah diberikan kesempatan yang besar. Kesempatan tersebut telah datang beberapa kali, secara politik dan sosial, dan yang terakhir adalah perdamaian dan uang otsus.

Aceh yang telah mengumumkan dirinya sebagai muslim, mungkin terkadang melupakan kewajibannya sebagai muslim, baik sebagai pribadi maupun sebagai umat dan rakyat.

“Kita tidak dapat mengangkat derajat Aceh yang Islam sementara pada saat yang sama kita mengumpulkan harta dengan cara syubhat dan haram.”

Kebutuhan pokok kita adalah air bersih, makanan, pakaian, tempat tinggal, dan sebagainya. Dalam Islam, ada kewajiban mutlak, semua hal tersebut harus
didapatkan secara halal.

Apakah para pemimpin dan tokoh masyarakat di Aceh mendapatkan hal tersebut untuk diri dan keluarga mereka dengan cara yang halal?

Apakah mereka menganjurkan supaya sekalian rakyat Aceh mendapatkan harta secara halal dengan menjauhi riba, syubhat, atau haram?

Persoalan itu yang semestinya diselesaikan terlebih dahulu. Apabila perintah Allah telah dijalankan, dengan sendirinya martabat Aceh terangkat.

Kita dapat mengingat zaman Khalifah Umar bin Khattab. Islam bangkit maju pesat, orang orang kaya semakin banyak, semua harta mereka halal. Mereka mendapatkan kemenangan kemenangan secara terus menerus.

Oleh karena itu, yang perlu diperhatikan adalah apa yang kita masukkan ke mulut dan rekening bank kita, dan itu bank yang bagaimana.

Beranikah pemerintah mengeluarkan qanun melarang riba, syubhat dan haram? Bank konvensional dan bank syariah harus dijalankan dengan cara Islam, tidak memeras nasabah.

Apabila Allah Taala telah riza, persoalan Aceh akan dapat diselesaikan dengan mudah. Insya Allah.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.