25 September 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Menakar Kesiapan PT PEMA Mengelola Blok B

...

  • portalsatu.com
  • 08 August 2020 08:11 WIB

Terpiadi A Majid [Foto: IST]
Terpiadi A Majid [Foto: IST]

Plt Gubernur Aceh sudah saatnya melakukan intervensi agar PT PEMA bisa bekerja lebih cepat dan profesional. Atau jangan-jangan Plt Gubernur juga ada rencana aneh lain yang akhirnya adalah kepentingan pribadi yang dipentingkan. Sangat ironis kalau memang ini yang sedang terjadi.

Oleh: Terpiadi A Majid

Sehubungan dengan berakhirnya kontrak di wilayah kerja Blok B, Arun Field, Aceh Utara dengan Mobil Oil/PT. PHE, maka pengelolaan Blok B oleh perusahaan daerah merupakan suatu lompatan sejarah dan prestasi yang harus kita berikan apresiasi.

Blok B merupakan modal awal bagi Republik Indonesia yang saat itu masih di awal Orde Baru. Dengan ditemukannya lapangan gas Arun di Blok B tersebut membuat roda perekonomian Indonesia saat itu berputar kencang.

Pertanyaan selanjutnya adalah seberapa besar putaran roda ekonomi Aceh ketika Blok B diambil alih kelola oleh PT PEMA yang 100 persen sahamnya dimiliki Pemerintah Aceh? Sudah siapkah PT PEMA menjadi perusahaan yang mengelola Blok B? Sejauh mana kelengkapan adminisitrasi yang sudah disiapkan PT PEMA?

Jika kita hitung mundur batas akhir pengelolaan oleh PT PHE NSB atas Blok B yaitu pada 17 November 2020 nyaris tersisa waktu sekitar 3,5 bulan lagi. Pemerintah saat ini sudah membuka kesempatan kepada PT PEMA untuk menyampaikan proposalnya kepada Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).

Sudah sejauh mana PT PEMA menyiapkan kelengkapan proposal tersebut? Dengan deadline yang sangat singkat, seharusnya PT PEMA lebih terbuka kepada masyarakat dan semua stakeholder. Hingga saat ini masyarakat tidak mengetahui langkah-langkah apa saja yang PT PEMA sudah lakukan.

Orang awam memaknai pengambil alihan Blok B ini tentulah dilaksanakan oleh orang-orang yang profesional, sederhananya tidaklah akan semudah mengambil alih sebuah warung kopi. Seberapa profesionalkah orang-orang yang saat ini dimiliki PT PEMA? Sudah banyak catatan bahwa selama ini PT PEMA tidak serius menggarap sebuah bisnis, lalu gagal dan ada yang menyusul akan gagal lagi.

Sebagai orang awam kita bisa menakar bahwa syarat minimal untuk pengambil alihan ini dibutuhkan sebuah anak perusahaan yang terpisah dari induknya (PT PEMA). PT PEMA harus membentuk anak perusahaan daerah beserta organisasi manajemennya yang diisi orang orang baru yang mampu dan berpengalaman dalam manajemen bisnis Migas untuk mengelola Blok B. Masyarakat sangat sadar bahwa dalam organisasi PT PEMA sekarang tidak ada orang yang mampu menelola bisnis Migas, termasuk Dirutnya tidak berlatar belakang Migas, ini tidak bisa dipungkiri.

Sebenarnya untuk membentuk sebuah Perusahaan Terbatas (PT) tidaklah susah dan dibutuhkan waktu yang lama. Namun hingga sekarang masyarakat tidak pernah mendengar PT PEMA telah membentuk anak perusahaan yang akan mengelola Blok B ini. Niat untuk membentuk anak perusahaan saja belum kelihatan, bagaimana mungkin nantinya BPMA akan memberikan rekomendasinya untuk PT PEMA.

Sangat bisa diprediksi bahwa BPMA tidak akan memberikan rekomendasi untuk PT PEMA jika hingga saat ini anak perusahaan belum dapat dibentuk PT PEMA. Atau jangan-jangan lagi menunggu bagi-bagi saham sehingga sangat susah untuk membentuk anak perusahaan? Jangan sampai kepentingan pribadi mencoret upaya yang sudah dilakukan Pemerintah Aceh selama ini untuk mengambil alih Blok B.

Plt Gubernur sudah saatnya melakukan intervensi agar PT PEMA bisa bekerja lebih cepat dan profesional. Atau jangan-jangan Plt Gubernur juga ada rencana aneh lain yang akhirnya adalah kepentingan pribadi yang dipentingkan. Sangat ironis kalau memang ini yang sedang terjadi.

Sepatutnya ada satu kata dan perbuatan antara Plt Gubernur Aceh dengan Dirut PT PEMA dalam hal ini didukung rakyat Aceh untuk segera mengelola Blok B. Jangan ada dusta di antara mereka dan segera bentuk anak perusahaan yang akan mengelola Blok B tersebut.

Jadi, saat ini masyarakat sudah bisa bersiap-siap untuk kecewa kembali atas prestasi PT PEMA, mungkin juga Plt Gubernur, yang seharusnya menjadi gerbong yang memutar roda perekonomian. Manajemen PT PEMA terbuai dengan cerita euphoria seperti yang selama ini mereka besar-besarkan di media masa. Karena PT PEMA ini 100 persen dimiliki Pemerintah Aceh, tentunya rakyat Aceh berhak untuk tahu mengenai kesiapan PT PEMA ini.

Jika kali ini mereka gagal lagi maka sudah selayaknya PT PEMA ini dibubarkan saja dan dibentuk perusahaan daerah lainnya yang lebih sehat dan diisi orang-orang profesional.

Perusahaan yang akan mengelola Blok B harus diisi orang-orang yang profesional di bidang Migas dan tenaga tersebut banyak terdapat di Aceh dengan pengalaman internasional, tidak harus menunggu mereka yang akan pensiun baru direkrut.[]

*Anggota DPRK Aceh Utara, mantan karyawan Mobil Oil Ind.Inc/ PT. Arun NGL.Co. dan Mantan Dirut BUMD Pase Energi

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.