18 December 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Menggali Sejarah Terlupakan: Kelahiran Isa Al-Masih

...

  • Helmi Abu Bakar El-Langkawi
  • 29 December 2016 09:00 WIB

DALAM lintasan sejarah walaupun tidak disebutkan secara detail kapan Nabi Isa putra Maryam dilahirkan, penjelasan yang konkret jelas bahwa bukan pada tanggal 25 Desember sebagaimana banyak orang yang memahaminya. Namun sebagaian intelektual kristiani juga berhasil mencoba menggalinya kapan Isa Al-Masih dilahirkan.

Di antara pendapat tersebut yakni: pertama, disebutkan dalam buku The Return of the Messiah (1997), karangan R.AHonorof yang dikutip oleh salah seorang pendeta lulusan Jerussalem Center bernama Benyamin Obaydah menyatakan bahwa Yesus lahir pada bulan September.

Kedua, menurut sejarawan Yahudi bernama Josephus, Isa Al-Masih (Yesus) dilahirkan pada tanggal 14 Maret tahun 4 SM. Ketiga, Yesus Lahir Bulan April atau November. Hal ini dingkapakn dalam Buku Katekisasi Perjanjian Baru, berbunyi: “Gereja-gereja merayakan Natal pada tanggal 25 Desember. Kebiasaan ini baru dimulai dalam abad ke-4. Sebelum itu Gereja tidak mengenal perayaan Natal. Terutama karena gereja tidak tahu dengan pasti kapan dan pada hari serta tahun keberapa Yesus dilahirkan. Kitab-kitab Injil tidak memuat data-data tentang hal itu. Dalam Lukas pasal 2 dikatakan bahwa pada waktu Yesus dilahirkan, gembala-gembala sedang berada di padang menjaga kawanan domba mereka pada waktu malam. Itu berarti, bahwa Yesus dilahirkan antara bulan Maret atau April dan bulan November” (Buku Katekisasi Perjanjian Baru, h. 14). 

Keempat, Yesus lahir bulan Januari, tentang tanggalnya menurut gereja Katlik Ortodoks diperingati tanggal 7 Januari. Sedangkan menurut gereja Armenia natal diperingati tanggal 19 Januari serta menurut Gereja Ortodok Timur diperingati tanggal 6 Januari. Disamping beberapa tokoh agama Kristen juga menyebutkan, sepertinya halnya Arthur S. Peak. Beliau mengatakan bahwa sebenarnya Yesus lahir dalam bulan Elul (Bulan Yahudi), bersamaan dengan bulan Agustus sampai September. (Lihat Sholeh A. Nahdi, Bibel dalam Timbangan, h. 32).  

Menurut pandangan salah seorang Cendekiawan Muslim Salim bin Ustman mengatakan bahwa Nabi Isa lahir pada tahun 622 sebelum Hijrah. (Sejaran 25 Rasul, Salim bin Utsman, h. 106). Berdasarkan kupasan diatas ternyata pemahaman yang beredar di kalangan umat Kristiani tentang kelahiran Yesus, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bibel tidaklah menunjukkan suatu kepastian, sehingga banyak dari ilmuwan-ilmuwan mereka yang mengatakan bahwa Yesus lahir pada tahun 8 SM, tahun 6 SM, dan tahun sesudah Masehi. ( Irena Handono, Perayaan Natal 25 Desember: Antara Dogma dan Toleransi, h. 25].[]

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.