06 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Menghayati Getar Makna Iqra

...

  • portalsatu.com
  • 15 July 2020 12:00 WIB

@Getty Images/Dailymail.co.uk
@Getty Images/Dailymail.co.uk

__"Mereka menangkap gejala "ayat ayat" kauniyah (penciptaan semesta) dan mengujinya dengan metodologi sains"__


Oleh: Taufik Sentana*

Dalam literasi akademik Islam, kata "iqra" menjadi acuan dasar pengembangan ilmu, pengetahuan dan tradisi peradaban madani dengan orientasi risalah langit. Ilmuwan dan intelektual Islam awal tidak hanya berhasil membangun relasi dengan capaian Yunani tapi juga membangun kerangka sintesa dan kreasi mereka sendiri bahkan dikenal hingga kini.

Adapun kata "ilmu" yang seakar dengan kata "alam", telah menjadi wacana yang utuh dan panjang tentang penjelajahan akal-budi manusia, guna merealisasikan makna kekhalifahan dengan wujud ibadah yang komperehensif.

Kenapa "iqra" terkait dengan ilmu?
Pertama karena perintah iqra dalam surah Al alaq itu menampilkan kata "khalaqa" yang merujuk pada Kreasi Allah dalam semesta (dan manusia menjadi sentralnya dalam pengelolaan dan tanggung jawab).

Kedua, karena proses iqra itu menjalin kesatuan dengan "bismi Rabbik" sebagai ikatan akidah (tauhid) dalam pembangunan kerangka ilmu dan pengetahuan: Belakangan menjadi model Islmisasi pengetahuan setelah munculnya dominasi ilmu selularistik Barat.

Ketiga, karena pada lanjutan ayat tadi, ditampilkan fungsi Ilahi sebagai Pengajar Tunggal dengan mekanisme "qalam"/dan semua yang memediasi pengetahuan.

Dari fase "iqra" ini, para ilmuwan dan intelektual Islam berusaha membaca yang tekstual dan kontekstual. Mereka menangkap gejala "ayat ayat" kauniyah (penciptaan semesta) dan mengujinya dengan metodologi sains. Sedangkan ayat ayat teks (Wahyu /Al quran), menjadi acuan normatif dan standar isyarat ilmiah yang perlu dipecahkan dengan pendekatan berbeda (karena Alquran bukan kitab pengetahuan).

Adapun yang menjadi kehilangan terbesar kita sekarang (kata Al Attas) adalah kelemahan kita dalam menerima getar makna Iqra' tadi. Sehingga menutup kita dari tradisiĀ  inquiri, meneliti, menjelahi ilmu, keingintahuan dan semangat mengeksplorasi dengan batasan batasan "Bismi Rabbik".[]

*Praktisi pendidikan Islam
Menyusun Buku Hijrah Pendidikan.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.