16 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Menghindari Politik yang Memecah-belah

...

  • portalsatu.com
  • 08 April 2019 15:00 WIB


Oleh Taufik Sentana*

Sebagai instrumen sosial, politik menjadi medium efektif dalam membangun struktur masyarakat. Struktur itu terbentuk sejalan dengan tingkat solidaritas, komitmen, kepentingan bersama dan bahkan pengalaman.

Maka idealnya, politik Indonesia yang khas, adalah sejalan dengan , setidaknya norma dalam Pancasila, "kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah", sebab lewat kalimat ini, politik kita maknai sebagai  "daya kepemimpinan" yang bersumber dan difungsikan untuk mencapai cita-cita rakyat seutuhnya. Baik ia sebagai individu (yang beragama) atau sebagai warga negara. Tentunya ini tercermin dalam perilaku para elit politik khususnya, baik di struktur pemerintahan ataupun dalam struktur pengambilan keputusan/kebijakan.

Untuk itu, ketatnya persaingan dan (juga) ambisi dalam pemilu ke depan, dengan berbagai latar kepentingan dan pengalaman partai (personal partai), hendaknya dapat mengapresiasi dari politik yang bernilai, bukan politik yang mencerminkan kedangkalan mental dan cakrawala intelek. Sehingga tampak bahwa politik hanyalah medium lazim dalam sistem apapun, yang sejatinya penuh adab, hikmah dan terhidar dari potensi merendahkan atau memecah-belah, yang nantinya akan merusak cara pandang masyarakat terhadap kehidupan sosial dan orientasi transenden yang paling luhur. Hingga berwujud dalam pola laku masyarakat  yang kontradiktif, minim produktivitas, lemah secara intelek  dan kultural.[]

*Praktisi Pendidikan Islam. Peminat kajian sosial-budaya, menetap di Meulaboh, Aceh Barat.

Editor: THAYEB LOH ANGEN

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.