24 March 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Mewaspadai Generasi yang Terputus

...

  • portalsatu.com
  • 26 February 2019 07:00 WIB

Oleh Taufik sentana*

(Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman pada Tuhan mereka sehingga Allah Menambah petunjukNya bagi mereka: Q.Surah Alkahfi)

Kata generasi agaknya sepadan dengan kata generator, yang bermakna penggerak. Sehingga kata generasi dicitrakan sebagai sekelompok pemuda  yang diharapkan sebagai penerus dan penggerak (nilai-nilai) di masyarakatnya.

Dalam upaya meneruskan cita-cita masyarakat dan perbaikan yang diperlukan, perhatian terhadap pemuda, sebagai generasi penerus sangat mendesak. Hal ini karena kehidupan kita yang serba "terbuka dan lebar", dengan kemudahan akses dan ragam kontens teknologi sangat bisa mengubah gaya hidup kaum muda.

Indikasi akan hal tersebut tampak lewat pergeseran nilai (cara pandang dan bersikap) terhadap waktu, kesenanangan dan perilaku belajar. Dampaknya adalah, sikap bebas, abai dan rendahnya tanggung jawab (termasuk pengamalan ajaran agama)

Sehingga diperlukan sentuhan kearifan dakwah dalam merebut hati para pemuda. Minimnya sentuhan ini akan memberikan ruang  lebar yang semakin menjauhkan mereka dari akar masyarakat dan kehidupannya.

Dalam catatan ini, generasi terputus yang penulis maksud bukan semata kaum muda yang "terlantar secara sosio-kultural", karena konflik, kemiskinan dan problem sosial lainnya. Tetapi generasi yang hampa dari ikatan ruhiyah dalam keluarga dan sistem sosial kita. Lunturnya ikatan ini disebabkan karena keluarga dan sistem sosialnya merasa "tak mampu" memberikan warna yang memadai bagi generasi muda. Sehingga mereka seakan  berjalan sendiri dengan pikiran dan imaji bebas  dan tanpa kendali dari ruang keluarga dan publik. Apalagi di tengah pengapnya ruang medsos yang menjadi dinding pembatas antara pemuda dan realitasnya.

Yang paling vital adalah, upaya kita mewaspadai agar para pemuda ini tidak tercerabut dari akar keislamannya, memahami sejarah dan tokoh-tokohnya serta mengenal betul tentang pedoman utuh yang ditawarkan melalui Alquran dan Sunah Nabi Muhammad SAW.

Diantara yang paling mungkin dalam menjangkau pikiran dan kehidupan pemuda adalah lewat program pemerintah yang relevan akan nilai keislaman bagi  pemuda, yaitu program kemandirian, pengembangan inovasi dan pembinaan komprehensif,  serta penting pula  memanfaatkan forum mimbar jumat sebagai wahana penguat dan penghubung nilai-nilai yang mesti diperjuangkan atau diemban oleh generasi muda.

 Sebab, tanpa ini, kita khawatir mereka bakal menjadi generasi yang terputus: Terputus dari akar aslinya dan terputus dari masa depan perbaikan umat/bangsa.

(Semoga Allah Membimbing keluarga dan pemuda kita).[]

*Peminat kajian sosial, budaya dan kepemudaan. Menetap di Meulaboh.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.