07 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Nasib Belajar Siswa Fase Covid 19

...

  • portalsatu.com
  • 28 May 2020 09:30 WIB

@Getty Images
@Getty Images

Oleh Taufik Sentana*

Sejak fase Siaga Darurat pada pertengahan Maret lalu kegiatan belajar siswa pun beralih dari formalistik ke non formal-kontekstual. Banyak komentar miring perihal Belajar Dari Rumah ini.  Diantaranya karena konten yang masih terasa padat dan variasi yang minim serta rendahnya "melek digital" para guru. Ataupun keterkondisian lainnya seperti sarana dan kesiapan semua pihak.

Sampai catatan ini ditulis, belum ada keputusan signifikan tentang kelanjutan belajar siswa di sekolah. Beberapa telah menyikapi dengan jadwal "New Normal"  mulai awal juni s/d akhir Juni untuk realisasi kegiatan akhir semester. Sebagian lagi, khusus guru, mengikuti jadwal hari kerja selazimnya instansi non pendidikan Sedang Satgas Khusus Nasional beranggapan bahwa fase siaga darurat masih berlaku.

Perihal nasib belajar siswa pada fase ini, setidaknya para lulusan telah merasakan  tanpa UN dan tanpa prosesi khas lainnya semacam pentas persembahan di sekolah. Para siswa juga telah merasakan bagaimana jadinya interaksi belajar tanpa hubungan langsung dengan guru. Secanggih apapun teknologi dan pendekatan, agaknya hubungan persuasi guru-siswa yang humanis-edukatif takkan tergantikan.

Beberapa kegiatan telah dirancang untuk fase Siaga Darura ini. Bahwa konten belajar siswa  selama belajar dari rumah tidaklah seformal di sekolah, bahkan tidak terikat secara kurikuler dan evaluatif, lebih fokus pada lifeskill langsung, kontekstual dan kebermaknaan dalam diri siswa.

Namun dalam praktiknya banyak sekali formalistik yang mencolok dan ragamnya penafsiran tentang model Daring dan Belajar Dari Rumah (BDR). Beberapa satuan pendidikan (termasuk kampus) membuka kelas tatap muka online. Ada yang membuka siaran belajar di Radio setempat, via konferensi, seminar daring dan laporan video atau beberapa penugasan khusus dengan tagihan tertentu. 

Semua itu dimaksudkan agar siswa selalu terhubung dengan "rasa belajar" walaupun suasananya tidak sama dengan di sekolah dengan kelemahan dan kelebihannya masing masing.

Sejatinya belajar siswa pada fase Covid 19 ini membutuhkan pendampingan khusus dari orang tua dan kesiapan guru-siswa. Adapun kontennya lebih pada eksplorasi pengalaman langsung para siswa terhadap musibah ini dengan pendekatan yang beragam.

Belajar dari rumah  hendaknya "dapat" melatih kecakapan diri berbasis keluarga dan lingkungan sosial (nilai lokal), mengasah sikap spiritualitas siswa dan keimanan dalam merespon kejadian luar biasa. Kita juga perlu memanfaatkan sarana digital dan memokuskan capaian materi (pokok materi utama saja ) pada aspek penerapan terhadap permasalahan siswa sehari-hari, dengan tetap memupuk semangat belajar dan optimesme serta kreativitas.

Semoga fase Covid 19 ini segera berlalu dan kita dapat memetik makna tentang kesiapan diri untuk selalu  siap mengahadapi sesuatu dengan kelapangan hati.[]

*Praktisi Pendidikan Islam.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.