21 May 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pemuda yang Dirindukan

...

  • PORTALSATU
  • 28 October 2018 11:00 WIB

ilustrasi pemuda Indonesia. @ugm.ac.id
ilustrasi pemuda Indonesia. @ugm.ac.id

Oleh Taufik Sentana

Kehidupan masyarakat dan kelanjutan nilai-nilainya sangat tergantung pada generasi muda. Sebab ia adalah fase awal kematangan memgemban tugas, kemandirian dan tanggung jawab. Kata "generasi" yang dekat dengan "generator" menjadi fungsi simbolik pemuda yang menjadi penggerak laju denyut masyarakat dan dunia secara umum.

Semua kisah apik dan hebat perjuangan para Nabi dan tokoh-tokoh pengubah kebudayaan sangat diwarnai oleh semangat para pemuda. Maka tak salah apa yang diungkapkan dalam syair Arab "Sesungguhnya perkara umat ini ada di tangan para pemuda dan kehidupan umat ini terletak pada sikap teguh dan perjuangan kaum muda".

Bila kita maknai, "tangan" pemuda merupakan perwujudan dari buah akal dan rasa, yang tampak lewat karya-karya di segala bidang. Menunjukkan sikap terampil, memiliki skill khusus dan kerja sosial berupa pengabdian.

Sedangkan kata "kaki pemuda", dapat dimaknai sebagai arah langkah yang jelas, keyakinan dan prinsip yang menghujam di hati. Hingga dengannya seorang pemuda dapat terus terlibat mewarnai zamannya, membaca gejala dan membantu penyelesaian persoalan-persoalan kemasyarakatan. Minimal, sang pemuda tersebut tidak menambah persoalan masyarakatnya.

Warna dari lingkungannya

Namun, yang menjadi realitas kita sekarang adalah bahwa "para pemuda kita" adalah warna dari lingkungannya. Baik itu lingkungan keluarga atau lingkungan luas yang kompleks. Semua sistem sosial, tata nilai dan arus budaya memberikan corak dalam kepribadian para pemuda pada umumnya.

Bila kita menjumpai pemuda yang abai, tentulah karena ia dilingkupi oleh lingkungan yang "mengabaikannya", menelantarkannya, bersikap acuh atas perilakunya, serta karena mulai menipisnya kontrol sosial (tawashau bilhaq) di tengah masyarakat kita.

Sesungguhnya keterpelajaran seorangĀ  pemuda tidak hanya diukur dengan sertifikat kampusnya semata, sebab interaksi akademik tanpa ada hubungan personal (relasi sosial ), bimbingan dan model justru memperlebar jurang ketidak-berdayaan kaum muda. Hingga terbius oleh budaya glamour, serba bebas, cuek dan waktu luang yang terbuang percuma. Kelemahan kita dalam menyikapi gejala negatif tadi akan dibayar dengan rusaknya masa depan masyarakat secara umum.

Pemuda yang dirindukan

Untuk itu kita perlu mengapresiasi seluruh pemuda yang telah menunjukkan keterlibatan dalam usaha perbaikan masyarakat lewat berbagai program dan komunitas. Pemerintah dan lembaga terkait bisa mendorong energi para pemuda untuk menelurkan karya terbaik mereka lewat ajang-ajang keberbakatan dan perlombaan serta pembinaan berkelanjutan.

Sebab, pemuda terbaik akan selalu menampakkan karyanya, bukan yang hanya mengatakan kehebatan ayah dan keluarganya.

Dengan demikian, akan terlahir generasi muda yang kita rindukan, yang mata kita sejuk memandangnya. Generasi muda yang "tangan dan kakinya" mewakili karya terbaik yang bisa ia berikan untuk kemajuan masyarakat. Yaitu para pemuda yang waktu-waktunya tidak habis dalam permainan, hiburan, makan dan kesibukan tanpa arah.

Sungguh, kita merindukan para pemuda yang memelihara rasa iman akan Rabbnya hingga Allah menambahkan hidayah bagi mereka. Seorang pemuda dengan kualitas seperti di atas (beriman, berkarya, berintegritas) sama dengan sepuluh bahkan seratus pemuda biasa.

Insya Allah akan selalu ada pemuda terbaik untuk setiap zaman. Moga Anda termasuk dalam kategori tersebut.[]

*Taufik Sentana
Peminat kajian sosial budaya.
Mengembangkan program seminar dan pelatihan SDM untuk komunitas.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.