19 October 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pentingnya Memahami 'Fiqih Keluarga'

...

  • portalsatu.com
  • 07 October 2019 09:00 WIB

Ilustrasi. @inilah.com
Ilustrasi. @inilah.com

Tantangan terbesar Prodi Hukum Keluarga dewasa ini ada yang bersifat internal dan eksternal. Di internal sendiri masih sulit mengikis praktek nikah siri, qadhi liar, dan sebagainya. Sedangkan faktor eksternal adanya penyusupan pemikiran dari barat yang mengatasnamakan HAM, privasi dan sebagainya. Banyak yang terpengaruh, sehingga ada istilah "pemerkosaan isteri", berupaya melestarikan kumpul kebo dan sebagainya. Banyak orang mengabaikan nilai-nilai agama dan sebagainya sehingga ikatan nikah tidak lg dipandang sakral, akibatnya keluarga sering kehilangan arah.

Di sisi lain dibentuk opini yang tak karuan, yang benar-benar halal dan mendapatkan legalitas tetapi dicemooh, dicela dan sebagainya. Tetapi yang lain yang jelas terlarang dibela habis habisan atas nama kebebasan dan hak asasi.

Dalam Islam ketika ikatan nikah sudah terjalin, semuanya berjalan otomatis karena semuanya berdimensi ibadah. Menghormati, melayani pasangan dan sebagainya sangat tinggi nilainya di sisi Allah. Menyakiti dan mengkhianati pasangan sungguh perbuatan tercela dan dosa besar.

Untuk itu, semuanya harus saling berusaha membahagiakan dan meringankan beban pasangan masing-masing, bukan yang berbicara hak dan kewajiban yang akan mengedepankan untung rugi. Kemudian tidak boleh memaksa dan memperbudak pasangan, semuanya harus secara elegan dan bermartabat.

Tantangan lain adalah banyak yang berfikir pragmatis dan materialis. Padahal ukuran kebahagiaan tidak semuanya berbau materi. Tidak sedikit yang memiliki materi berlimpah tetapi jauh dari kata "bahagia" entah karena pasangan bandar narkoba, tidak setia, melakukan KDRT, menikah lagi diam-diam dan sebagainya yang sungguh menyesakkan dada. Kebahagiaan itu terdapat dalam batin walaupun mungkin hanya sebungkus kerupuk, sebonggol jagung yang terkadang berbagi dengan pasangan dan anak tetapi sangat bermakna dan menikmati.

Kita punya idola yaitu rumah tangga Rasulullah, bukan Romeo dan Juliet, bukan juga drama Korea yang membuat kita "baper" dan kurang percaya diri.

Rasulullah sosok suami yang sungguh lembut, sosok suami pengayom dan pelindung. Beliau juga suami yang sungguh romantis dan mudah senyum. Silahkan baca kisah rumah tangga Rasulullah sehingga keteladanan beliau selalu terpatri dalam sanubari. Bukan kehidupan artis dan selebritis yang sering membuat kita kecewa karena yang ditontokan sering kehidupan glamor, pertengkaran dengan pasangan hidup, dan sebagainya yang jauh dari kata "teladan".[]

Oleh DR. Agustin Hanafi.
Kepala Prodi Magister Hukum Keluarga UIN Ar Raniry Aceh.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.