07 December 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pentingnya Merapatkan Shaf di Luar Shalat

...

  • portalsatu.com
  • 15 November 2019 11:00 WIB

Telah sama kita ketahui bahwa meluruskan dan merapatkan shaf merupakan penyempurna  shalat berjamaah. Shaf shaf yang bercerai menandakan hati yang tak berpaut, dan hati yang tak berpaut akan merusak sendi ukhuwah.Bahkan dilarang bertakbir ihram sebelum shaf shaf tadi rapat dan lurus. Ini semakin menunjukkan betapa pentingnya memperhatikan shaf dalam shalat berjamaah.

Secara hikmah, shalat berjamaah merepresentasikan sikap sosial, ritme dan solidaritas.Disini dimaknai bahwa shalat berjamaah menjadi medium pembangun mentalitas sosial si individu muslim. Sebab, dalam banyak ayat, shalat selalu dikorelasikan dengan tanggung jawab sosial (juga ekonomi), seperti zakat.Bahkan pahala shalat itu bisa hilang karena sikap zalim dan ghibah,misalnya.

Karena itu pula kita mesti memperhatikan  korelasi rapatnya shaf dalam shalat dan di luar shalat. Dalam hal ini, kita tidak mesti berbaris sebagaimana shalat berjamaah, tapi kita merasakan dan menghayati secara konsensi bahwa kita terikat atas dasar akidah (akidah juga berasal dari kata ikatan/simpulan) sehingga kita dapat saling menjadi cermin bagi muslim lainnya.

Untuk maksud tadi, kita mesti mengawalinya dari "niat" dalam perspektif membangun ukhuwah, persaudaraan dan saling memudahkan (bukan menzalimi). Setelah itu secara bersama kita mengaitkan seluruh pranata sosial kita dalam mewujudkan perbaikan sosial keummatan. Dalam literal Islam, masjid dan lembaga pemerintah (termasuk pendidikan) menjadi ujung tombak dalam menghubungkan antarkomponen masyarakat guna mencapai tujuan bersama. Tujuan tujuan itu berkaitan dengan kesejahteraan ekonomi, sistem pergaulan muslim dan bentuk pengamalan syariat pada umumnya dengan tetap menimbang konsensus kenegaraan kita secara arif. 

Dalam praktiknya, sangat penting bagi lembaga sekolah bersinergi dengan lembaga masjid dalam satuan program tertentu dan berkala guna membangun visi ummat.

Banyaknya tragedi sosial keummatan kita, seperti tingkat kemiskinan di Indonesia, konflik Palestina, Suriah, Yaman dan lainnya, mungkin sebagai inidikasi bahwa kita belum.bisa merapatkan shaf shaf kita di luar shalat, bahkan kita masih berdebat tentang hal hal (cabang_bukan pokok) yang bersifat khilafiyah.[]

Taufik Sentana
Ikatan Dai Indonesia.Kab. Aceh Barat

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.