06 August 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Percikan Api Semangat

...

  • portalsatu.com
  • 14 July 2020 17:08 WIB

Seorang wanita berpose di depan Hagia Sophia atau Ayasofya, setelah putusan pengadilan yang membuka jalan bagi bangunan itu dikonversi dari museum kembali menjadi masjid, di Istanbul, Turki, 10 Juli 2020. Foto/REUTERS/Murad Sezer
Seorang wanita berpose di depan Hagia Sophia atau Ayasofya, setelah putusan pengadilan yang membuka jalan bagi bangunan itu dikonversi dari museum kembali menjadi masjid, di Istanbul, Turki, 10 Juli 2020. Foto/REUTERS/Murad Sezer

 

__"Mungkin api itu bisa redup, namun jangan sampai ia padam. Nyalakan kembali apinya dengan tiupan iman, harapan baru, sangka yang baik dan  memperbarui amalan diri"__


Oleh: Taufik Sentana*


Pasukan Nabi Muhammmad SAW pernah menggali parit sekeling pintu masuk Madinah agar pasukan berkuda  Kafir Koalisi Makkah terhalang dan putus asa. Pada waktu itu, Sang Nabi Mulia ikut menggali paritnya bahkan memecahkan beberapa batu besar. Saat senjatanya menimpa batu itu, Nabi bersabda, pecahan ini untuk penaklukan Persia dan Ini Romawi. 

Tak seorangpun menyangka bahwa kedua negara adidaya itu nanti akan tunduk dalam wilayah Islam. Tapi para sahabat  benar benar melihat kejadian itu dan meyakininya, hingga terbitlah harapan dan api semangat yang menyala.

900 tahun kemudian, saat ucapan Sang Nabi tentang pemimpin dan pasukan terbaik adalah yang menaklukkan Bizantium, Konstantinopel, datanglah anak muda Al fatih merealisasikan maksud itu. Walau sebelumnya ada juga  beberapa usaha, tapi gagal. Dan usaha Alfatih bukan mudah, para pasukan sempat putus asa, sementara sekelilig laut Konstantinopel dipenuhi perangkap dan dinding dindingnya sangat kokoh.

Namun api semangat, harapan dan keyakinan begitu membara. Maka pasukan terbaik itu mesti memindahkan beberapa kapal (sampai 70 kapal) dengan mendorong dan mengangkatnya melewati  bukit, gunung,  di semenanjung Konstantin. Itulah strategi yang diambil untuk menembus pertahanan musuh dan itu memudahkan pasukan Al Fatih dalam merebut Konstantin.

Sekarang, di zaman kita, api semangat itu tampak menyala dari Tanah Utsmani,Turki. Ketika sang walikota, Erbakan, Tuan Erdogan di tahun 1994, menyebutkan bahwa kelak Ayasofya (Hagia Shapia) akan kembali menjadi masjid, sebagaimana seharusnya sejak tahun 1453 lalu. 

Dan setelah 85 tahun, sejak sekularisasi Turki tahun 1935, Ayasofya resmi kembali menjadi masjid di tahun 2020 ini. "Ini adalah awal untuk mengembalikan Al Quds," kata Tuan Erdogan.

Demikianlah percikan api semangat sejati, yang tak boleh padam dari jejak seorang muslim dalam menempuh misi hidupnya. Mungkin api itu bisa redup, namun jangan sampai ia padam. Nyalakan kembali apinya dengan tiupan iman, harapan baru, sangka yang baik dan memperbarui amalan diri dengan ketaatan. 

Sebab, semangat yang padam hanya layak bagi yang jauh dari RahmatNya. Sedangkan api semangat hanya bagi kaum yang beriman.[]

*Praktisi Pendidikan Islam.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.