27 November 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Peringatan Terbaik

...

  • portalsatu.com
  • 11 January 2020 22:00 WIB

@inilah
@inilah

Malam kemarin saya menghadiri takziyah ke rumah seorang teman, yang juga menjadi imam di kampung kami. Selepas sesi zikir dan doa, pihak ahli bait mempersilahkan seorang tamu (mewakili rombongan lainnya) untuk menyampaikan tausiyah dan mauizhah di hadapan jamaah.

Tamu ini termasuk istimewa karena ia dan rombongannya datang dari Banglades. Kedatangan mereka ke Aceh merupakan bagian dari khuruj dakwah yang menjadi program rutin jamaah. Menurut kabarnya, mereka sudah empat bulan di Aceh.

Karena ada halangan komunikasi maka saya mendapat kesempatan untuk menerjemahkan tausiyahnya yang berbahasa Arab. Sebagian mereka ada yang bisa menyampaikan dengan bahasa Inggris, tapi agaknya bahasa Arab lebih familiar di kampung kami.

Ada beberapa tausiyah penting yang ia sampaikan. Tentunya berkenaan tentang persiapan utama selama masih di dunia. Dan yang paling indah, kesemua isi tausiyahnya bersumber dari kitab suci Alquran, sehingga terhindar dari kealpaan dan kesia siaan. Sekaligus menggambarkan betapa sang tamu kita, menghayati nilai nilai Alquran sebagai pedoman hidup.

Diantara poin tausiyahnya yang merupakan peringatan terbaik pada malam itu adalah, Pertama, pesona dunia yang melalaikan dan betapa beruntung orang yang diselamatkan Allah dari api neraka. Kedua, ia menekankan bahwa kematian merupakan hal pasti dan keterangan tentangnya berasal dari Alquran yang tiada keraguan padanya. Baik yang kecil,besar, tua dan muda atau yang lemah dan kuat serta yang bodoh sekalipun akan menemui kematian.

Ketiga, pentingnya beriman dan beramal shalih, yang menjadi jaminan mendapatkan kehidupan yang baik dari Allah, dunia dan akhirat. Dan sudah menjadi tabiat dunia, bahwa semuanya hanyalah sementara dan ilusi atau kesenangan sesaat saja, sehingga kita mesti berhati hati dan membiasan diri dengan sedekah atau amal jariyah yang sangat membantu setelah mati. Hanya amal amal kitalah yang akan memudahkan kita dalam menempuh kehidupan setelah kematian.

Keempat, diantara faktor yang melalaikan kita dari mengingat Allah adalah anak dan harta benda, termasuk jabatan dan kesibukan dunia kita. Maka untuk itu kita mesti selalu memelihara shalat berjmaah lima waktu demi menyeimbangkan hidup dan memperoleh berkah Allah.

Keempat, disamping hal hal di atas, dalam keluarga kita di rumah, sangat penting mengisi waktu dengan majelis Alquran dan terus mempelajari ajaran Islam agar terbangun tatanan masyarakat yang penuh ridha Allah.[]


Taufik Sentana
Dari Ikatan Dai Indonesia Kab. Aceh Barat.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.