10 July 2020

Kabar Aceh Untuk Dunia


Pindah Kuadran, dari Pekerja ke Pemilik 'Aset'

...

  • portalsatu.com
  • 30 June 2020 09:00 WIB

Oleh: Taufik Sentana*


Pindah kuadran pada maksudnya berkaitan dengan peningkatan kapasitas finansial individu. Pertama sekali penulis ketahui dari buku Robert Kyosaki, 2000. Ia menilai semua perkembangan finansial kita, bisa dipengaruhi oleh paradigma kita tentang nilai hidup, uang dan kerja. Sejalan dengan ini pendekatan finansial Islam juga mengacu pada pola dan kuadran tertentu pula, dari tipe mustahik ke tipe muzakki. Atau dari tipe takatsur (mengumpulkan) ke tipe syakura.

Jadi apa yang ditawarkan oleh RK di atas dapat saja dijadikan sebagai landasan perspektif dari sudut personal.

Pola dan kuadran yang dimaksud RK adalah lingkup dominasi lingkungan finansial si individu dan cara dia memandang nilai, kerja, waktu, uang, utang, aset dsb. 

Pada fase pandemi sekarang ini sangat relevan dipraktikkan, karena banyak yang tak terdhga terjadi di depan kita, dan sebagian mungkin mesti memulai dari awal lagi, mulailah dari kuadran baru dan cara pandang yang baru!

Setidaknya dalam kehidupan kerja,misalnya, seorang awalnya menjadi tipe pekerja, dalam level apapun, ia dibayar berdasarkan waktu dan tenaganya. Kaum muda yang berada dalam kuadran ini mesti memahami fungsi lain dari bekerja dan uang serta nilai nilai yang bisa ia gali dan kemungkinan untuk membangun aset).

Selanjutnya ia mesti berpindah ke kuadran "pengelola"/manajer, baik formal atau tidak. Bagian ini termasuk yang paling berat dilakukan karena ada kenyamanan tertentu yang kita abaikan, misal, berkurang waktu untuk keluarga dan tanggung jawab yang lebih tinggi dari sekadar pekerja. Atau bahkan bisa jadi penghasilan yang diterima tidak sebanyak menjadi "pekerja", ini tergantung di level manajer yang bagaimana posisi kita. Pengalaman Dompet Duafa, misalnya, pernah gaji direkturnya lebih rendah dari akuntannya, karena pada fase awal, SDM akuntan sangat menentukan dalam mengatur alur kas, sedang kantor DD masih usia muda saat itu.

Setelah kuandran ini, kita bisa terus mengembangkan diri berdasarkan kemampuan dan aset kita sebelumnya. Aset tersebut bisa berupa harta, (nilainya tidak susut), sistem yang sudah bisa bekerja,  relasi, pengalaman dan keahlian.  

Kuadran ini disebut investor, ada nilai lebih anda yang tertanam dalam lembaga/bidang tertentu yang dengannya akan memberikan keuntungan dari sekadar pekerja dan pengelola saja. Konon, di kuadran investor ini, anda memiliki waktu yang lebih leluasa dan anda bisa mengerjakan hal hal lain yang baru dan lebih baik untuk kemajuan pribadi dan tujuan anda.

Kuadran puncak dalam tawaran RK, adalah menjadi "pemilik". Ia selalu menekankan, milikilah usaha anda sendiri, miliki sistem kerja anda sendiri, sekecil apapun, dan bangunlah aset. Katanya...anda boleh membeli, tapi belilah yang nilainya tidak susut. Termasuk, melatih diri lewat kursus dan pendidikan singkat. Belilah sesuatu dan milikilah sesuatu yang mendukung bertumbuhnya "aset" anda.[]

*Pegiat pengembangan SDM
Inisiator Albanna Internasional College.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


Alamat:

Jalan Prof. Ali Hasjmy, No. 6, Desa Lamteh, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh. Kode Pos: 23118.

portalsatu.com © 2020 All Rights Reserved.