19 July 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


PKS dalam Beberapa Catatan Kaki

...

  • portalsatu.com
  • 23 April 2019 09:00 WIB


Oleh Taufik Sentana

Pesta demokrasi nasional baru saja baru saja kita gelar. Tebakan, prediksi, Quick Count dan Exit Poll telah dilakukan oleh berbagai lembaga survei dan pengamat. Terlepas dari hasil yang ditampilkan, banyak sekali pro dan kontra mengenai klaim kemenangan salah satu capres/cawapres.

Ada fenomena menarik mengenai sepak terjang PKS, sebagai salah satu kontestan di pemilu kali ini. Partai ini selalu dianggap/diprediksi gagal lolos dari PT ambang batas 4 % karena sikapnya yg  konon katanya oposan, ekslusif dan rigid. 

PKS bukan media daring seperti PSI atau disorot media besar seperti Perindo, Nasdem ataupun Golkar, dimana tokoh2 nya memiliki stasiun TV nasional. Partai inipun memilih untuk berjuang di luar pemerintahan sehingga tdk memiliki menteri di dalam kabinet layaknya PKB. Padahal semua orang mahfum, posisi menteri bisa menjadi sumber sokongan politik, logistik dan power dalam pemilu.

Namun nyatanya PKS menembus dan mematahkan semua prediksi yang ada. Partai ini, berdasarkan quick count akan lolos PT dan bahkan memiliki kisaran suara 8-10 persen dan berpotensi masuk 5 atau bahkan 4 besar ranking parpol nasional pada pemilu 2019. 

PKS dengan logistik dan dana yang biasa biasa saja dan bahkan tanpa adanya sorotan media nasional dalam kapitalisasi tokoh,  namun ternyata malah bisa mendapatkan suara yg amat signifikan. 

Apa yang dicapai oleh PKS merupakan suatu prestasi yang dibuat berdasarkan perencanaan matang dan berkesinambungan. Di tengah dinamika  internal partai, struktur PKS  tetap kuat dan jaringan politik semakin membaik. PKS memetik hasil investasinya selama ini dimana modal utama partai ini terdapat pada manpower yang unggul dan loyal pada garis kebijakan partai, hal mana tampaknya masih jarang ditemukan di Partai lain. 

Membuka Mata Kita

Pemilu 2019 membuka mata kita semua, bahwa harapan untuk kebangkitan perjuangan politik umat Islam  itu masih ada dengan melihat pencapaian PKS tahun ini. Partai ini menjadi bukti nyata, bahwa hasil baik di suatu pemilihan umum bisa saja bersumber dari keikhlasan, strategi, ikhtiar dan kepasrahan. PKS mematahkan dominasi partai yang disokong media dan dana yang nyaris tidak terbatas. Partai ini bahkan harus melewati krisis dengan perginya beberapa tokoh penting menjelang Pemilu berlangsung, namun siapa nyana, fakta  tersebut malah mendorong Partai ini ke dalam ranking 5 besar (the Big Five) hasil Pemilu 2019.

Di saat kritik dialamatkan ke salah satu pasangan calon, yang katanya akan mengubah pancasila dengan sistem kekhalifahan, semua org tahu kritik itu sejatinya dialamatkan ke PKS. Namun  Suara Partai ini malah melonjak naik. Ada dua kemungkinan mengapa kritik ini tidak mempan thd PKS, pertama, rakyat tidak percaya bahwa PKS akan mengkhianati Pancasila atau kedua, rakyat sudah cukup pintar bahwa Pancasila sebetulnya merupakan pelaksanaan dan impelentasi dari Syariat Islam itu sendiri. 

Layak Menjadi Harapan Ummat

Melihat trend pencapaian PKS dari satu pemilu ke pemilu lainnya, maka bukan tidak mungkin akan ada saat PKS malah mendominasi suara nasional karena keikhlasannya dalam berkhidmat untuk kesejahteraan Rakyat Indonesia. Partai ini bukanlah partai yang sempurna, namun sejak pendiriannya, indeks korupsi PKS merupakan yang terendah dibandingkan partai partai lain yang sudah lama eksis dan disokong oleh konglomerasi serta politikus besar yang ada di negeri ini. 

PKS tengah berupaya untuk membuktikan bahwa umat Islam Indonesia akan bangkit serta memiliki kemampuan untuk memimpin NKRI berdasarkan Pancasila demi keadilan untuk mencapai kesejahteraan. Hal ini tampaknya amat mungkin terjadi melihat kesinambungan, konsistensi serta prestasi PKS dari satu pemilu ke pemilu lainnya. Uang akan habis, tokoh besar tidak mungkin hidup selamanya, media akan meliput sesuai dgn kebijakan pemiliknya, maka, semua partai yang mengandalkan hal hal tersebut, akan mengalami kegagalan bila tidak menjalankan regenerasi dan perbaikan manajemen partai. 

Pada saat itu semua terjadi di partai besar lain, PKS akan tampil sebagai brandmark dimana kualitas parpol bukan dinilai dari materi, logistik dan pengaruh perorangan tetapi justru dari manajemen yang baik, ikhlas dan berkesinambungan. PKS akan menjadi partai besar dimana strategi dan program menjadi elemen penentu kemenangan sekaligus mencontohkan bahwa Allah SWT akan memberi kemenangan kepada mereka yang berkerja keras dan pasrah disaat yang bersamaan. 

Kita mungkin membenci hasil Pemilu 2019, namun perhatikanlah hikmah dibalik suatu musibah, PKS adalah hikmah itu, partai tanpa sokongan dana berlimpah, tanpa tokoh politik besar, tanpa satupun media nasional, mampu mendominasi hasil pemilihan legislatif. 

Bukankah itu suatu prestasi yang hanya bisa diraih dengan sepintar pintarnya siasat (kebijakan dan strategi partai), setinggi-tingginya ilmu (program program unggulan partai) dan semurni-murninya Tauhid (pasrah pada illahi)?[]

Dari berbagai sumber media, a.n. Ridwan Thalib dll. Taufik Sentana bergiat di Bina Potensi Ummat Aceh Barat.

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.