29 September 2017

Kabar Aceh Untuk Dunia


Politik di Aceh Masih Jalan di Berburu Kekuasaan

...

  • THAYEB LOH ANGEN
  • 03 August 2017 15:20 WIB

Ilustrasi politik. @sihalohoisme.files.wordpress.com
Ilustrasi politik. @sihalohoisme.files.wordpress.com

SETELAH pelantikan gubernur Aceh periode 2017-2022, perpolitikan di Aceh mulai stagnan kembali. Kadar persaingan untuk membangun menurun di antara partai poltik. Itu pertanda telah menurunnya moral politik. Walaupun ada persaingan, itu hanya persaingan untuk merebut kekuasaan di kursi parlemen (DPRA dan DPRK).

Itu adalah persaingan yang bodoh untuk dunia politik, yang menandakan bahwasanya para politisi tidak belajar apa-apa untuk kepentingan Aceh. Mereka cenderung hanya melihat politik sebagai kekuasaan, bukan membangun atau mengabdi.

Di antara beberapa percakapan politisi dari bebrapa partai yang sempat aku dengar, itulah isi kepala mereka. Itu tidak terkecuali, baik partai nasional maupun partai khusus di Aceh, sama saja, sama-sama ingin merebut kekuasaan.

Untuk mencapai itu mereka menenggelamkan dirinya di dalam teori-teori, slogan-slogan, dan atraksi-atraksi. Itu menguras energi dan uang mereka, yang menyebabkan mereka semakin jauh dari tujuan didirikan negara atau pemerintahan pada awalnya.

Sebagai contoh, rilis-rilis yang tersebar ke media dari para partai politik, semuanya berisi ambisi merebut kekuasaan, yang terkadang itu bikin kita mau muntah saat membacanya. Mereka membual tentang khayalan-kayalan untuk kekuasaan mereka sendiri. Tidak ada yang peduli pada kepentingan kebudayaan, kekuatan ekonomi, kestabilan sosial. 

Sementara itu, para akademisi yang tampil sebagai pengamat, pun belomba-lomba membual, mereka mengarang-ngarang teori dan opini, seakan-akan mereka adalah orang suci dan ahli dalam perpolitikan. Sementara, pemerintahan buruk yang selama ini terjadi adalah andil mereka, karena sebagian dari mereka adalah orang yang dipakai sebagai ahli, dan sebagian diambil sebagai pejabat struktural seperti kepada instansi.

Perpolitikan di Aceh masih jalan di tempat. Di tempat yang terburuk dari beberapa zaman. Apa obat untuk penyakit siosial ini?

Thayeb Loh Angen, aktivis kebudayaan dan politik.

Editor: THAYEB LOH ANGEN


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.