20 September 2019

Kabar Aceh Untuk Dunia


Psikologi Jumat

...

  • portalsatu.com
  • 06 September 2019 11:30 WIB

Surga, ilustrasi. @pinterest.com
Surga, ilustrasi. @pinterest.com

 

Oleh Taufik Sentana
Ikatan Dai Indonesia. Peminat kajian Psikologi Terapan

Sebagai penghulu hari, jumat tentu memiliki banyak makna dan fadhilah. Banyak uraian yang membahas perkara fadhilahnya. Namun, mungkin sedikit yang menghubungkan fadhilahnya pada perspektif psikologis.

Bagi seorang mukmin, disebut mukmin karena seruan khususnya bagi yang mukmin, kedatangan jumat tidak semata adanya kewajiban shalat jumat, tapi jumat juga berangkat dari rasa psikologis tertentu. Seperti sikap tunduk, khusuk, rasa bahagia dan rasa sosial.

Ketika temggelamnya matahari pada kamis, kita sebisa mungkin telah menyiapkan gaya penyambutan tertentu, seakan menyiapkan diri kita akan datangnya hari jumat. Sebagian kita mungkin telah mengawalinya dengan puasa kamis, membaca quran, bersalawat atau kegiatan pengajian. Yang paling mendatangkan kebahagian selanjutnya adalah, betapa besarnya peluang pengampunan atas dosa kita dari jumat yang lalu. Penebus dosa itu seakan merefleksikan diri kita yang baru, dengan harapan baru dan iman yang baru pula.

Kemudian, berhimpunnya kita pada hari itu, bukan semata dalam rangka ibadah ritus, tapi juga medium mengungkapkan diri kita sebagai muslim yang kuat, bersatu, superior dan penuh rasa solidaritas dan persaudaraan. Bahkan semestinya, kekuatan psikologi sosial ini dapat dirasakan dan direfleksikan dengan baik. Sebab, banyak indikasi ayat dan hadis yang mengisyaratkan bahwa ibadah personal seseorang sangat tergantung dengan sikap sosialnya. 

Demikianlah sedikit perspektif tentang psikologi jumat yang layak kita ekspresikan dengan penuh kesadaran sebagai wujud pengharapan atas Ridha, Jaminan dan Pertolongan Allah.[]

Editor: portalsatu.com

Berita Terkait


portalsatu.com © 2017 All Rights Reserved.